____Malam itu, aku melamun di jendela. _Berpandangan dengan lagit sambil _menerka-terka: rasanya ada tertinggal _di hari-hari kalender lama itu. _Sedangkan kalender malah grogi sebab _makin malam nasib tambah mendebarkan.
____Kalender baru tersipu di balik amplop. _Eh, jangan lupa ya. Kita bertemu tepat _tengah malam nanti. Mana terompetnya? _Aku terbata-bata meningkahinya: _Selamat malam, silahkan menunggu sejenak.
____Ah. Entah siapa pengirimnya, kalender _baru selalu minta dibuka setiap kali _sampai waktunya. Ada yang tertulis _di amplop itu, simpel saja: _Selamat mengakrabi tahun baru. _Semoga sukses!