teriRiNg RaSa SenaNK..............................haTikU TUkMenGEnaLmu.............................................. ...........................................sALing MeNguCap Puji MenGeNal.................hAtiMu,,NamUnTaKuBiArKan........................................... .....................................diRiKu tUk MeNutuPinYa daN bERHaraP........Aku Kan DaPAt LebihMenGerti AKan..................................... .................................PEntiNgnYa diRimu Bagi diRiku,,AkanKah aku MamPu TUk dApAt memBErikePastian.................................... ...............................BAhwA DirIKu SeSuNgGuHnya IngiN LebiH & LebiH mENGeNAL HatimU Dan BErHaraP................................... ............................... eNkaU Pun MemiLIki IngIn YanG SaMa TUK meNgeNal DiRikU ApA AdaNYa & MeNErima................................ .................................KEtiDaKmAmpuAn Ku Tuk MEMbuAtMu MEraSA YAkin BAhWa diRiku Yg KaUIngINkan................................. ...................................NaMUn SaAt Ini AkU BErSyuKur TLaH DaPat DEkaT deNganMu & MeMperSeMbahKan................................. ....................................SEMuA IngIn DaN tULusNYa HaTIku TUk MEmIliKimU....KuHaraP KAu Tak MeNUtup.................................. .......................................pInTu HatiMu KarNa Kan KuKetUk Dgn TuLusNYa ciNTaku TuK MenGhiAs rUang...................................... .........................................jiWamu,,,izINkaN mALaiKAt MeNgiRiMkan SeMua INdaH CinTa tUk MenCinTa ....................................... ............................................Kan KuTuLIs indah Dengan PeNa CiNtaKU tuK mEnuLis NAmaMu diHAtiKu......................................... ...............................................BiArKan CinTaK iNi TUMbuh DeNgan Indah DI DALAm TAmAn Jiwa Mu............................................. ....................................................MEKAr BERSeri & InDah MEwaNgi Kau siRami deNGan seNyUm................................................ ........................................................iNdahmu,,TabuRKanLah BUnGa riNdUKu Hanya TUk MeLihat.................................................. ..............................................................SetIAp MaLam-MAlAm SePIku TLah hiLAng & siRNa........................................................ ..................................................................KArNA SeTiaP TiDUrKU kan KUsebuT NAmAmu........................................................... .......................................................................Tuk sLALu MEnghiAs INdaH MimPi " Ku................................................................. .............................................................................DAn KuTErBAnguN HanYA IngiN...................................................................... ....................................................................................tUk MEnYApA SenYuM............................................................................ .........................................................................................InDah dan LemBUt............................................................................... ................................................................................................WaJahMu.....................................................................................
Suatu malam kereta api yang sedang melewati persimpangan menabrak sebuah mobil. Sang penjaga palang pintu kereta dihadapkan ke pengadilan.
Di pengadilan sang penjaga palang ngotot mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan mobil itu dengan mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil itu berkali-kali selama hampir satu menit. Bahkan di depan sidang dia berdiri memperagakan bagaimana lampu senter itu diayun-ayunkannya.
Akhirnya dia dibebaskan dari hukuman.
Pengacaranya segera memuji dia karena peragaannya di depan sidang itu meyakinkan hakim bahwa dia sudah bertindak benar.
"Uiiihhh.....padahal saya sudah deg-degan setengah mati waktu disidang tadi," kata sang penjaga palang.
"Kenapa?" tanya si pengacara
"Kalau saja hakim bertanya apa waktu saya ayun-ayunkan lampunya senternya lagi nyala apa tidak....!" jawab si penjaga palang agak sedikit gemetar.
Ku pandangi lagi ukiran nama mu Terpahat tergores di sebuah batu terukir Bertahtakan lumut yang telah berjelaga
Mungkin sepanjang jarak kerinduan yang mendekam Tak akan ada separuh penjumpaan senyata nyata kehadiran Saling menyentuh tangan, saling memandang dengan pandangan teduh syahdu penuh kasih sayang Menggetarkan rasa lewat kelap kelip setiap selipan pertemuan Dan menggenggam separuh rasa saling melengkapi
Binar matamu adalah keindahan penerang di kegelapan pekat gulita Seutas senyummu adalah untaian butir - butir embun di pegunungan
Mungkin suatu masa kita menilai Arti dari sebuah siksaan kehilangan Dengan searif iklash menerima dengan ketabahan Dan menikamkan nuansa pandora dari setiap kejadian
Pekatpun pun menghadir dan potongan rembulan mulai memahkotai malam
Tanah merah itu kini telah menjadi singgasana ilalang Tumbuh merekah menancap berkembang tepian - tepian rerumputan Menutup ukiran namamu Dan kumpulan debu menjelaga kehitaman
Taburan bunga ku semaikan Tanaman liar ku singkirkan Untaian doa selalu kulantunkan Seiring kerinduan ku yang memuncak bersama daun daun pohon kemboja yang berguguran -.- Disebuah pekuburan seorang pria melangkah gontai meninggalkan sebuah nisan