Lyrics, 500,000+ Lyrics Included, Browse: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Login Sign Up Forum Games Contact Us Terms of Service Privacy Policy

  LC is the LARGEST Indonesian Social Networking site
 

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

 
 
How you're connected:
 
 
 
 
 
Menu
 
 
 
 
 
Mia's Photo


View All 8 Photos
 
 
 
 
Member Since 2006-03-31 12:28:05 Last Log In 2008-04-15 07:01:37
User ID:235188
Gender:Female
Interested in Meeting people for:Just looking arround
Status:Married
Age:16
Occupation:student
Location:Indonesia
Hometown:tangerang
Hobbies and Interest:shopping . shopping . shopping . hha !
Affiliations:kang & nong kota Tangerang
Companies:BASIC dancers
Schools:10 SHS
Favorite Foods:coklat ! coklat !
Favorite Drinks:susu xD
Favorite Musics:metal . screamo . jazz
Favorite Books:chicken soup .
Favorite Tv Shows:i dont really actually pay attention on my tv .
Favorite Movies:any movies . no horror please !
Quote:someday i will be a queen . but i wiil always be myself .
About Me:HATE punks .
15 yrs old .
cHiLdisH .
bad TEMPER .
cant control myself sometimes .
doin fool things a lot .
HATE stayin at home all day long .
single .
crazy bout dance .
silly . dumb . stupid .
hate my self sometimes .

more bout me , just add me on ..

LC : mia_cinta_pink@plasa.com
FS : maskarakerlapkerlip@uchul.com
YM : miametal13@yahoo.com

that's all mine !
you may add =)

im soooo rarely ol my LC , if you've a bussiness with me, just let me know from fs, ym, or msn . thx
Who I Want to Meet:someone who have an attitude !
Media Box: 
 
 
 
 
 
Friends of Mia: (385)
Xxdolls...

Oomramz

Thedhe

Xpxp

Thehypo...

Modelst...

Ichaonly

Gadisga...

Nunusuk...

Doooooo...

[See all 385 friends]
 
 
 
 
Testimonials: (37)
Wara 01/04/2008:
hai ade...........pa kbr niyh??????gmn ma co'a???baek2 aja khan???mia,kk kngen niyh sm gi2tan'a mia........hehehehe..........10x.
bls ya!!!!!!!!!
 
Saiiadudul 07/05/2007:

tengs iiaaahhh ud dpRuv??

sLam kNaL jg

Btw nak mna ni??

kipkun yup

duduuw..
 
Deasy 17/04/2007:
hEy mia aPa kabar ?
ko' pas dhe ke tangerang kmu tak nampak di sana ?
 
x10303 14/04/2007:

IJINKAN
Ijinkan aku tumpahkan semua beban dipundakku
Bukan karena aku tidak mensyukuri RahmadNya
Aku hanya ingin berbagi
Ijinkan aku rebahkan diriku didadamu
Sembari kukatakan semua luapan isi didadaku
Untuk sekedar meringankan luka ini
Ijinkan aku menangis
Walau itu membuatmu terluka
Tapi kupercaya kau tetap membasuh luka dan tangisku
winna'
19 01 2000

PERJALANAN MENUJU PURI DI UJUNG PELANGI
Melintasi nuansa warna
Mengapai puri diujung pelangi
Setapak demi setapak
Kulintasi nuansa warna pelangi
Semburat merah
Serasa jiwa bergolak
Nyala api tak kunjung padam
Tanpa sada ujung rambtku terbakar
Dengan gerakan secepat kilat
Kuguyurkan air dan kupotong rambutku
Entah potongan rambut model apa yang kini kumiliki
Aku tersenyum sendiri
Kulanjutkan perjalananku dengan membawa sepercik kebahagiaan
Kubilang pada hatiku takkan lagi kuberbuat ceroboh
Sketsa jingga mulai kujalani
Dengan penuh semangat dan tekad membaja kutelusuri
Disekelilingiku dipenuhi kemilau intan
Segera kuambil intan-intan yang sanggup kubawa
Namun ditengah perjalanan ….
Tiba-tiba intan-intan itu raib entah kemana
Ternyata karung tempat intan itu berlubang
Karena terlalu banyak isinya
Kembali kulanjutkan perjalananku dengan kebahagiaan tersendiri
Dan kutinggalkan karung yang telah kosong itu
Rona kuningpun terlihat
Kuberlari-lari kegirangan
Menari-nari penuh suka
Semakin kupercepat langkahku
Aduh…. Tiba-tiba aku terjatuh
Begitu cepat kakiku melangkah….
Segera kupijat dengan balsem pemberian ibu
Sambil terseok-seok kukembali berjalan
Asaku tak jua padam tuk gapai puri di ujung pelangi
Kurasakan bahagia dalam rona kuning
Penuh semerbak harum bunga matahari
Takkan kubiarkan kegembiraan terlalu dalam
Hingga lupakan semua hal
Hamparan hijau dedaunan kurasakan
Sejukkan jiwa yang galau
Dedaunan serasa dicumbu embun
Kupu-kupu bermain merayu-rayu
Karena aku sangat jail
Kuambil sebuah kupu-kupu
Namun……
Entah darimana datangnya lebah
Sejurus kemudian menyengat tanganku
“Padahal aku nggak menganggu sarang lebah itu….
Tapi….. darimana lebah itu muncul……
Apa…. Lebah itu sahabatnya kupu-kupu ya ?”
Tanyaku pada aku sendiri
Kuambil daun melati
Kuusap-usapkan pada tanganku yang bengkak
Kurasakan harum semerbak wanginya
Diriku dipeluk oleh alam nan syahdu
Begitu tenang….
Rasakan kebahagiaan mencumbuku
Takkan pernah kujahat pada alam yang telah memanjakanku
Takkan pernah kuberbuat salah meskipun itu cuma kesalahan kecil
Karna kuyakin semua salah pasti ada hukumannya
Sayup terdengar merdu bunyi seruling
Kuterbuai oleh negeri pink
Romansanya memanjakanku
Buat mimpiku melambung jauh
Hingga tercipta ribuan syair-syair asmara
Takkan tertandingi oleh pujangga manapun
Saat inipun kulihat wajahku dalam bening aliran sungai
Begitu cantik tak terduakan
Sayup terdengar puisi-puisi cinta yang lebih indah dari puisi-puisiku
Dan terlihat gambar gadis-gadis cantik yang lebih dari wajahku
“Ah sudahlah…. Toh semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing”
Kutersenyum dan kulanjutkan perjalananku dengan rasa syukur
Atas semua kelebihan dan rasa ingin memperbaiki kekurangan-kekuranganku
Kutermenung dikelilingi sutra unguKembali kumenghayal tentang puri indah di ujung pelangi
Seperti yang selalu nenekku kisahkan menjelang tidur
Kuhanyut oleh kesedihan di masa silam
Hingga tak mampu lagi kusadar tentang keindahan sutra ungu ini
Tanpa sadar pak tua menghapus air mataku
Masih terbuai oleh kesedihan
……
aku membungkam
“Gadis manis bangun lihat sutra-sutra ungu ini begitu indah
terproses dari tangan-tangan yang lembut tapi perkasa”
Aku bangkit….
Sungguh indah sutra-sutra ungu ini
Tapi…. Kemana pak tua tadi..
Kurasakan kebahagiaan dalam kelembutan sutra ungu
Kutakkan pernah hanyut dalam kesedihan lagi
Kuingin gapai semua cita dan cintaku
Kata nenek kalau sudah sampai di negeri biru….
Berarti hampir sampai di puri ujung pelangi
Kebebasan dan kedamaian begitu terpancar
Sungguh ini cobaan yang berat
Tapi kubisa atasinya
Langkahku kian cepat hingga sampai pada deretan bunga-bunga
Semburat warna
Merah…., jingga….., kuning…., hijau…, merah muda…..
Hijau…., dan biru
Bagai seorang putri tiba-tiba bajuku berubah laksana
Cinderella Milenium
Baju yang sangat besar namun pas dibadanku yang mungil
Berwana pink dengan hiasan-hiasan perak
Rasanya bajuku bisa bergoyang-goyang
Kepalakupun berhias mahkota
Seorang pangeran tampan menyambutku
Dan mengajakku kesebuah puri
Tapi…..
Apa yang kulihat…
Sebuah gubug ditengah air terjun yang terdapat bias-bias warna
Dikelilingi bunga-bunga
Gemericik airnya mendekapku dalam kedamaian
Angsa-angsa putih asyik bercumbu
Burung-burung riang beryanyi asmara
Pangeran itu berkata
“Perjalananmulah purimu, dan ini hanya sebagian dari purimu
yang akan kita tempuh berdua
dan mungkin tidak seindah yang kamu bayangkan tapi
kuingin beri yang terindah buat mu”
Kebahagiaan melewati negeri warnapun terlintas di pelupuk mataku
Kini kebahagiaan yang aku rasakanpun bertambah
semakin bertambahnya pengetahuanku
Tentang nuansa warna
Kan kujalani semua hal di puri ujung pelangi
bersama seorang pangeran tampan yang bijaksana
10042000


Sarang Burung
Kutebar senyum pada laut biru di Ujung sana
Kudapati ombak-ombak mungil berlarian
Kuberkicau menyambut mentari pagi
Kuterbang dengan kekasihku
Saling mengusap-usap penuh kasih
......ach....kicauku tertahan
Angin menyebar berita perlahan-lahan
Kadang suaranya terdengar diantara pepohonan
Kadang begitu sunyi......
Musim kemarau masih panjang
"Kapankah kita membuat sarang?
Kapankah kita temukan pohon tempat berteduh?
Yang kudapati hanya gedung-gedung bertingkat
Akankah kita mendiaminya ?
Tidakkah mereka mengusir kita ?
Seribu tanya tanpa jawab?"
Seolah nafas kota menghimpit semua pertanyaan
Kami kembali memadu kasih
Perlahan kami terbang dari satu ranting ke ranting
lain
atau.... bermain-main dari satu awan ke awan lain
meskipun awan-awan itu berusaha mencegat kami
Kami kembali memadu kasih
Suara kepakan kami tertahan.....
....................
Hilang diterpa angin dan gelombang pantai
Kicauan kami kalah oleh suara gergaji besi
Kembali kami terbang rendah
Ombak-ombak seolah mempermainkan kami
Mencoba kembali terbang tinggi
Kali ini gedung pencakar langit yang menghalangi jalan
kami
Kami tetap berusaha terbang
mengepakkan sayap-sayap kecil kami
Mencari arah mentari
"Kapan kita akan membuat sarang?"
Ombak dengan garang menyergap pertanyaan kami
Kami tetap berusaha terbang
mengepakkan sayap-sayap kecil kami
ditengah musim kemarau yang selalu membuat kami
mengeliat
Mencari arah mentari
dimana menerbitkan kenyataan pada akhirnya Kami
akan bisa menjawab dengan pasti
Kapan Kami akan membuat sarang?

Okt '99
JuVe
Lantai Dansa Cinderella
Kucoba rebahkan diriku bersama turunnya peri-peri malam
Kucoba hilangkan semua kekesalan dan kelelahanku
Tak jua kunjung bisa
Kuingin malam ini dewa mimpi meniupkan sulingnya ditelingaku hingga memerah
Kucoba terhanyut dalam dekapan sang rembulan
Sesaat datang seorang wanita setengah baya mengajak kupergi
Tanpa kutahu siapa dia
Kuikuti kemana dia membawaku
Tanpa kusadar aku telah berada di sebuah pintu gerbang yang ditutupi sejuta bunga liar
Kubuka perlahan, deritan pintunya membuat nyeri daun telingaku
Mulai kususuri halaman yang nampak begitu tua dan usang
Sebuah pintu lagi berdiri didepanku sekali lagi daun telingaku terasa nyeri
Wouw....
Seperti berada di sebuah negeri dongeng atau rumah
seorang bintang Hollywood
Tapi sayang.... puri yang indah itu nampak tak terawat
Dengan ragu dan rasa takut kucoba beranikan diri memasukinya
Cat-cat merah muda yang menghiasi dinding-dinding
masih memancarkan sinarnya
walaupun sepertinya puri itu sudah ditinggalkan
puluhan tahun
Namun bangunannya begitu mewah dan megah
Tampak sebuah tempat tidur mungil yang indah dihiasi
lampu merah muda
dengan kelambu merah muda
aku dikejutkan oleh sebuah gaun malam yang begitu
indah
Tapi sayang gaun itu terlalu besar untuk kupakai
ditubuhku yang mungil
Tapi entah nurani dari mana yang memaksaku untuk
memakai gaun itu
Terkejut aku ....
Gaun itu begitu pas dan cocok kucapai
bak seorang putri dari kerajaan inggris aku mengaca
pada sebuah kaca yang berukuran
sebesar tubuhku yang dihiasi oleh ukiran yang mahal
yang sepertinya gajiku satu bulan
belum cukup untuk membelinya
Seolah dewi Aphrodite tersenyum padaku
Aku menari-nari kuikuti lantunan musik dansa yang
terdengar di telingaku tanpa pernah kutahu siapa yang
memutarnya
Serasa terlempar ke negeri lain dimana tubuh-tubuh
mungil dengan membawa tongkat bintang dan diatas
kepala dihiasi lingkaran putih mengelilingiku
Aku kembali menari-nari tanpa perduli akan
sekelilingku
Terdengar suara merdu nan sopan
Kulihat pakainnya bak seorang pangeran
pedangnyapun masih berada diballik punggungnya yang
bidang
bajunya yang serba merah muda itu mampu membuatku
tertawa dalam hati
namun kutahan tawaku karena
Tangannya mulai diayunkannya kebawah lalu kesamping
seolah mengajakku memulai berdansa
Seolah dipanah oleh dewa amor aku pun mulai
memberanikan diri berada lebih dekat dengannnya dengan
seseorang yang tak kukenal dan
Dengan sedikit canggung kumulai berdansa padahal
sebelumnya aku tak pernah berdansa
Kuikuti saja alunan musik itu
Tanpa kusadar aku dibangunkan oleh lautan yang
melahirkan surya di ufuk tidur
Aku cuma bermimpi......
winna'

ASA BARU
Kubangun hari ini dengan membawa asa baru
Kutembus langit ketujuh
Kulintasi pelangi
Aku menari-nari dengan bajuku yang kebesaran karena
tubuhku yang memang kecil
Aku berlari-lari kecil seraya mendendangkan lagu cinta
Aku menatap awan dan langsung terbang ke arahnya
Aku menatap langit dan aku langsung menembusnya sampai
langit ketujuh
Kususuri langit dimana aku bisa bermain dengan
awan-awan
Kujelajahi bumi dimana aku bisa berceloteh dengan
burung-burung
Kembali aku turun kebumi
Kutanya angin ada kabar apa hari ini
Terlihat sebuah mata air mengalir begitu jernihnya
memberi kehidupan bagi sawah-sawah nan hijau
Tercium semerbak wangi bunga-bunga di taman
Kurebahkan tubuhku di hijaunya rerumputan
Kupejamkan mataku sambil tersenyum
Kuayunkan kembali langkah kecilku
Aku kembali menari-nari di taman itu
Kurasakan hembusan angin sejuk memainkan rambutku
Kuhirup udara segar itu lalu kukeluarkan kembali
Terima kasih Ya Allah
Nikmat dan karunia-Mu sedemikian besar hingga tak
mampu lagi
kugoreskan dalam puisi kecilku

Rapuh
Perlahan aku bangkit dari seribu batu yang menimpa
tubuh kecilku
Perlahan aku bangkit dari tidur panjangku
Tertatih kuberjalan tanpa tau arah
Tertatih kucari sebuah tongkat bantu aku berjalan
Tertatih aku...

CERITA YANG TERPURUK
Disini…
Rintik air hujan jatuh seperti jarum2
Burung hantupun mengigil kedinginan
Dulu…
Ketika dalam dekapan dewi asmara
Aku ingin agar waktu berhenti saat itu
Namun…
Aku tak mungkin terus bersandar pada angin
Mentari menerbitkan satu kenyataan
Bahwa waktu akan terus berjalan
Saat ini…
Kutulis surat buatmu lalu kubakar dalam tungku panas
Gemuruh petir dimalam hari terdengar
Adakah cinta polosku kau simpan?
Tak ada yang menyahut
Hanya gerimis gaib terdengar, dan…
Menyimpan sebuah rahasia kepolosan cinta
Juliet Vennin 1996
[Mepiksa '96]
Kisah Lara
Kusapu wajah langit perlahan
Kuhitung bintang entah sudah jadi berapa buah
Tertidurnya rembulan dalam belaian angin surga
Seiring menari penaku
Detak jam di kamarku terdengar jelas
Pujanggapun mulai membacakan syair-syairnya
Lama kutertegun tanpa kata
Hanya desah atau sesekali anggukan tanda mengerti
Kugerak-gerakkan jemariku diatas kepala
Menari sayup terdengar gamelan
Layar tlah dibuka
Dimulainya kisah lara dari sudut layar yang terkubur
Nurani diam bagai cacing kepanasan
Dipojok dduk manis beberapa sinden suara merdu
nyanyikan lagu nestapa
Lama terdiam hayati cerita lara digaris tanganku
Cucuran air mata bermuara dikolam nestapa
Terlena dalam timangan duka
Dalam dekapan mesra kabut lara
Lama kumerenung….
Makin kusulut api panas dalam luka yang entah sembuh
entah tidak
Lama kutertegun…..
Masih kusadar lukaku masih meneteskan nanah
Apa bisa ramuan sesedikit itu menyembuhkan luka yang
masih bernanah
Jijik kumelihat luka in
Lama kuhayati arti dari suara merdu sinden
Sesekali kulihat lukaku yang masih bernanah
Seorang ibu tua sodorkan ramuan yang tlah dihaluskan
dengan cobek
Coba minum beberapa pil ini,
Coba tetesi dengan obat tetes ini….
Ah…. Bercak nanah itu tak mungkin mengering…. Tak
mungkin
Apa aku yang buat nanah ini makin menderas
Segera kusingkirkan lalat-lalat yang mengerubungi diri
Obati luka ini….Kuyakin nanah ini dengan ramuan dari
ibu tua itu
Atau dengan beberapa buah pil…. Atau justru dengan
obat tetes itu….
Pasti sembuh ya….. pasti sembuh…. Kuyakin
Kuingin sinden itu mengubah tembang-tembang laranya
Jadi tembang suka dan merindu kasih
Bersama mengeringnya nanah di lukaku
Meski bekas luka tak pernah hilang
Kuingin usir kisah lara ini
Ingin tutup semua layar duka
Akhiri kisah lara….
Sudahi saja
210300

MALAM MENDESAH PANJANG
Aku mengadu kala malam mendesah panjang
Dalam tembang suling kutiupkan sebuah kisah
Aku menangis tanpa perdulikan burung hantu lantunkan lara
Dalam terkaman guntur malam aku mengigil ketakutan
Dalam desahan panjang sang malam aku mengadu
....
Desahannya panjang menyayat pilu
Tubuh mungil malam semakin kurus diterkam siang lusuh
Butiran-butiran bening mengalir di kedua pipi mulus
Badanku makin gemetar, tak henti bicara jiwaku
Hanya bibir yang terdiam karan kata tlah terbutuh
Malam kembali mendesah dalam kantuknya yang panjang
Mata anginpun mulai membuka menutup kelopaknya
Tubuhku makin kaku dan mengigil ketakutan
Aku bersujud
Aku bersimpuh
Deraian air mata bagai aliran terjun
Bibirku kaku
Hatiku beku
Apa jiwaku mati
Sepi....
Malam mendesah panjang dan lirih
.....
30042000

SIAPA
Siapa menyapa kala fajar menyingsing
Siapa menari diatas panggung bayang-bayang
Siapa bertanya dalam pekat kabut pagi
Siapa berbisik pada angin diujung senja
Siapa biarkan kuntum bunga terpetik
Siapa biarkan dirinya kehujanan dalam derasnya siang
Siapa berkaca pada deras aliran air sungai
Siapa pastikan bisa jawab siapa
......
30042000

KARCIS 2 JURUSAN
Siang itu distasiun kereta api sangat panas
Deras menetes keringatku berbau kecut
Lalu lalang orang buat aku pusing
Karcis 2 jurusan ada ditanganku
Tanpa tau mana yang terbaik
Tangisan anak kecil buat telingaku meronta-ronta
Ramai pedagang asongan tawarkan sana-sini
Karcis 2 jurusan tetap ditanganku
Sambil berdiri kebinggungan
Karna kuhanya orang asing tak tau arah dan tujuan
30042000

Aku Sayang Kamu
Aku sayang kamu
Bersama kualirkan tiap-tiap do'aku didekapan rembulan
Aku sayang kamu
Seperti persetubuhan antara pekatnya malam dan jelitanya pagi
Aku Sayang kamu
Bersama larutnya ciuman dan rebahnya kepalaku didadamu
Aku Sayang kamu
Saat mimpi-mimpi keabadian cinta membumbung dari asap pengharapan
Aku sayang kamu
Bersama lewati lorong-lorong nafsu dan cinta
Aku sayang kamu
Kubelai lembut hati yang tercipta merayu
Aku Sayang kamu
Terbisikkan tiga kata entah terhayati entah tidak "Aku Sayang Kamu"
29042000

Syair Sang Kekasih
Mungkin aku hanya bisa buat syair
Lantunkan liris-liris romantis dalam gerimis
Terdengar angin tertawakan syair-syair
Tapi kuhanya tersenyum sembari melirik
Lihat wajahmu disemua dinding hati
Kembali kutarikkan pena emas mungil
Ungkapkan rahasia panah-panah asmara dengan lirih
Cinta mengalir.....
Dari gejolaknya dan berputar-putar diantara lembah dan bukit
Kekasih....
Dengarlah perlahan-lahan nafas cinta sang angin
Kemarilah biarku dinginkan hati
Dengan dekapan sayang dan kasih
Kemari
Hampiriku, buat mataku jadi telinga maknakan cinta diantara duri
Kubiarkan dirimu mandi dikolam air mata diri
Gerimis tetap melawan sepi
Bicarakan cerita-cerita batin dan kisah kasih
Dua sisi kan tetap tertaut dalam runcing hati
Wajahmu kembali tersenyum manis
Mengecup kening dan kubiarkan penaku berhenti menari
29042000
juliet vennin/winna'

Sebuah Cerita Pagi
Saat itu surya bersinar terang
Kukayuh sepeda dengan hari riang
Pelan namun pasti aku coba seimbang dengan jalan yang tidak rata
Ban sepeda yang mungil melengak lengkok di tengah kerikil-kerikil
tajam
Kutoleh kanan kiri agar aku tak disalahkan karena memakai jalan
seenaknya
tapi.......
prattttttttt..........
tiba-tiba bajuku terciprat air hujan dipinggir jalan dan tubuh serta
sepedaku agak doyong ke kanan
sekilat kulihat sepeda motor sudah berada 100 m dari hadapanku
"hu-uh orang nggak tau apa kalo disini ada orang"
"kenapa bu ?, makanya hati-hati mending ibu bawa mobil aja
he he he", kata seorang pemuda di yang lewat didekatku
naik mobil...... tanyaku dalam hati
la wong pak umar bakrie aja masih juga bawa sepeda kumbang
iya-ya..... mungkin aku juga bisa pakai handphone seperti
orang-orang itu......
andai..... kapan yach........ nanti deh aku pasti bisa nabung
Kembali kukayuh sepedaku meniti jalan berkelok dipinggiran desa
sesampai di sebuah bangunan yang agak rapi namun sudah kuno
aku berjalan sambil menjawab salam yang selalu dilontarkan
murid-muridku
setelah bel masuk berbunyi mereka berdiri rapi didepan pintu sambil
sesekali
terlihat mereka saling mencubit atau menyentuh badan temannya
lalu mereka masuk ruang kelas setelah mencium tanganku
melihat kepolosan mereka......
rasanya hilang semua amarah yang akibat ulah si pengemudi motor tadi
winna'
Menyusuri Lorong Dusta
Pekat.....
Gelap....
Tanpa lentara ....
Hilang secercah cahaya
Kotor, gelap
Penuh sarang laba-laba
Jijik kumelihatnya
Kudekap tubuhku dengan selimut tebal
Bisakah kuteruskan langkah
Bisakah pasti kuberjalan
Akankah ada secercah kejujuran jiwa
Pengap
Sesak rasa diri mengantung dusta
Menipu dinding nurani, semua
Mengeliat dalam gelap
Menari diatas kegetiran
Semakin sesak batin, rongga
Aku ingin titik kejujuran
Tak kuasa ungkap seribu makna
Tertipu tertipu, dan
Tipu semua jiwa
Kutetap susuri lorong dusta
Biarkan sesak terus memenuhi rongga
Karna kata orang
"Tidak jadi masalah apabila kita menipu untuk kebaikan"
meski diri terus dihimpit sesak di dada
teruskan menipu jiwa
tanpa sadar tipu juga diri sendiri, segenap
10042000
winna'


Wajah itu menatap
Dalam perputaran waktu di ujung langit
Dalam pekatnya malam dan ganasnya siang
Aku, gadis kecil menatap pada langit-langit debu
Aku, seorang bocah mengusap keringat
entah keringat duka entah suka
Aku hanya tersenyum sambil sesekali mengusap-usap rambutku
yang penuhi debu dan asap jalanan
Aku bernyanyi dalam derasnya asap motor
Aku berharap cinta kan hampiriku
bukan tatapan ngeri
bukan tatapan takut
Wajah itu menatap
Sinis padaku
Wajah itu menatap
melirik, hanya
Wajah itu menatap
kasian padaku
Wajah itu menatap
beberapa uang receh dikeluarkannya
Wajah itu menatap
sambil diawasi semua sekitarnya, takut
Wajah itu menatap
biasa, sebatas menatap
Wajah itu menatap
o', ohhhh, bukan aku yang ditatapnya
tapi..... seorang gadis cantik di bemo
upssssss...... aku salah nih
winna'
buat adek-adekku di SMP [Sekolah Malam Pengamen]ALANG-ALANG


Rindu Dekapanmu
Bunda aku rindu Dekapanmu
Belaian tangan-tangan keriputmu mengusap lembut rambutku yang hitam
Bunda.....
Aku rindu pelukan hangat cintamu
hantarkan tidurku
Bunda aku rindu.....
Bunda putrimu rindu akan cerita-cerita dongeng
Kau bacakan sembari aku terlelap tidur
Bunda aku rindu nasehat-nasehatmu
Buat Kumarah karna tak pernah hayati makna
Bunda dekaplah aku.....
Timanglah putrimu yang lusuh ini
Bantu aku tuk berjalan Bunda....
Bimbinglah putrimu yang beranjak dewasa ini
Bunda.....
Biarkan kuceritakan semua luka
Meski tak pernah ingin ku kau mendengarnya
Bunda......
Ingin kuungkap semua asa yang ingin kugapai
Ingin kubersabar menanti Ayah pulang
Bunda.....
Sungguh ingin aku membantumu
tapi..... rasanya aku terlalu egois dengan waktu yang bukan milikku
Bunda......
Seandainya.......
Andai aku bisa hayati makna kasih sayangmu......
Seandainya......
Bunda ..... Seandainya aku bisa hayati makna kasih sayangmu
Bunda ......
Sadar aku bahwa waktumu bukan hanya milikku
tapi bunda......
Dekap hangat tubuhku saat ini
Agar dingin yang aku rasakan tidak sampai menusuk tulangku
Bunda......
Bunda hangatkan aku dengan cintamu
Bunda I love U bunda
for my mother
Proletariat
sedari dulu ditimang-timang
dijuang-juang
akhirnya cuma ditendang-tendang
untuk lalu dibuang-buang

dua tahun lalu aku ke negrimu
berkenalan di bus tua
dengan seorang rupawan
yang menggoda
"kenapa engkau tidak bersamaku ke Ringga?"
negrimu adalah jakartaku
pada film-film hitam putih produksi doeloe
(aku belum lahir)
tapi keretamu meski renta beraga besar
dan aku tidur di pangkuanmu di atasnya
sosok-sosok akrab lama melintas cepat
di jendela-jendela kereta lebar
mungkin dengan kereta ini juga
dulu kakek-nenekmu dibuang ke Siberia
perceraian tanahmu dengan mimpi
dan janji kejayaan proletariat
buatku tercenung lama di atas bangku teater megah itu
meski adegan tarian balet terakhir sudah lama usai
dan para penonton lain cuma meninggalkan sebelah pantatnya
di kursi-kursi empuk berundak
"rumah yang kami tempati ini
adalah pemberian gratis negara berpuluh-puluh tahun lalu
saat itu kami tidak mesti membeli daging dan roti
semua tinggal antri
dan suamiku tidak mesti seperti kini
berburu di lebat hutan
menembak babi-babi liar dan kijang-kijang kurus
meski kertas toilet adalah hadiah terbesar
untuk hari natal dan tahun baru
kami tidak mesti terlalu tergesa
menjemput impian baru
yang mungkin juga akan ditimang-timang
dijuang-juang
akhirnya cuma ditendang-tendang
untuk lalu dibuang-buang"
di pojok money changer itu
menanti hujan berhenti aku berdiri
di sekelilingku cuma ada anak-anak muda
berjeans berkaos berjaket bertopi
semua warnanya hitam
menanti di sisi bekas gedung KGB
sebuah band metal lokal
dan aku sesal sendiri
kenapa mesti terlupa
payungku di bandara pagi tadi

Kata Itu
Tak sengaja aku temukan kata itu
Di helai kertas terbang
Menutupi mata, hidung, telinga dan bibirku
Tulisannya buram oleh butir jatuh salju
arahnya membingungkan
seperti bentuk purba
tapi aksaranya segar hijau muda
Aku bawa pulang ke kamarku
Tak sabar aku buka kamus dan leksikonku
Tapi tiada kutemukan satu item untuk kata itu
Aku cari di baris-baris kitabku
Tapi tiada sepotong ayat menyinggung kata itu
Di atas sajadah kecilku cuma ada tiang dan altar
Cuma hadir sosok benda-benda tak bernyawa
Di pinggir sisi-sisinya ada bentuk rekah bunga
Tapi tidak ada putiknya
Terdapat kubah menangkap kepalanya
Tapi tidak ada aksara di atasnya
Maka aku berlari menemui profesor-profesorku
Mereka menggelengkan kepala
Terheran tak tahu makna maksudnya
Kata itu ada sebelum ada itu ada
Kata itu tidak bertanah tidak bertuan
Tidak berlangit tidak berbumi
Tidak berair tidak berudara tidak berapi
Tidak beruang tidak berwaktu tidak bertepi

Aku rengkuh dia bahkan bayangannya juga sirna
Aku cumbu dia bahkan dzatnya juga tiada
Di ujung malam di bawah selimut jaman
Aku telusuri seluruh lekuk tubuhku
Di tumpukan dakinya aku temukan arti kata itu

Sebuah Kecelakaan Yang Terjadi Pagi Ini Mungkin Merupakan Awal Puisinya
Menjelang awan di atas sahara
Sebuah kota tua
Rusa-rusaku berlarian
Dari amuk serigala
Pagi tadi seorang pejalan kaki
Bertemu dengan janjinya
Di bawah roda-roda truk gila
Surat untuk kekasihnya
Masih ada di gengaman jemarinya
Arak awan bertambah dua
Angin desember membawa
Sebutir debu mengusik lamunan
Di atas ranjang itu jua
Wahai arak awan yang dua
Lupakah engkau ikrar tersumpah
Sebelum benih tertumpah
Bahwa aku adalah mimpimu
Bahwa aku adalah bayanganmu
Kenapa engkau mengarak ke lain arah
Dengan wajah masam di lidah kelu
Dan jejak-jejak langkah di pasirku engkau biarkan telanjang
Pada panas sebuah penantian
Harap arak awan tiga menghadang

Kamu Sebut Aku Linglung
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang kultur dan agama
adalah dua entitas yang berbeda
bahwa teks tidak mesti mengandung
sejarah dan budaya yang sama
dengan apa yang dimiliki sang pembaca
dan tidak mesti terus dipaksakan untuk sama
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang terutama yang penting hati dan prilaku
bukannya puasa, tur ke Arab Saudi, berbaris, sujud dan ruku
dimana raga dan jiwa lentur tenang tanpa kecipak ombak
tapi pikiran dan otak
di peti mayat terbujur kaku tanpa gemeretak
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang dalam rumah wahyu
aku denahkan sendiri pagarnya, portalnya, temboknya,
jendelanya, kamar-kamarnya, garasi dan dapurnya,
warna cat, perabotan, pintu-pintu dan kusen-kusennya
bunga-bunga dan tanaman-tanaman di tamannya
sendiri juga aku tanamkan dan siramkan
unggukan tiga bukit kecil aku buat di bagian depannya
di atasnya berpucuk tinggi melebihi tiang kabel listrik
tiga pohon karet cokelat Thailand
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang aku hendak membangun pabrik-pabrik
penghasil produk kebahagiaan
dimana orang miskin damai dengan kemiskinannya
dan orang kaya aman di atas kekayaannya
dimana orang-orang lelaki beriman bercahaya wajahnya
dalam impian memeluk bidadari-bidadari
yang selalu kembali perawan di sorganya
sementara orang-orang perempuannya berniatan
memperjuangkan tuntutan feminisme nanti di sana
dan orang kafir bebas melepas tawa
dengan kendi-kendi arak di tangannya
dengan panggang paha babi besar
dan lenguhan mesum di atas ranjang-ranjangnya
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang setiap jaman memiliki anak-anak kandungnya
bahwa mereka punya hak otonom dalam menentukan garis sejarahnya
lepas dari belenggu bapak-ibunyanya, kakek-neneknyanya,
bapak-ibu dari kakek-neneknya,
bapak-ibu dari bapak-ibu kakek-neneknya dan seterusnya
dari belenggu guru-gurunya, nabi-nabinya dan Tuhan-Tuhannya
anak-anak jaman yang memilih sendiri
nada tangis dan irama tawanya
yang bahasanya adalah sinergi dari semua bahasa yang ada
bukan semata bahasa purba dari gurun sahara
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang indonesia itu tidak ada
dan pancasila cuma omong kosong
bahwa yang ada cuma kekuasaan Jakarta
yang mencengkram semua propinsi
merampok hasil buminya
berpikiran akan memberlakukan hukum purba
di satu ujung paling atas pulau Sumatera
hanya demi "kebuTuhan" bukan "keuTuhan", apalagi "keTuhanan"
bahwa yang ada cuma prinsip-prinsip yang tidak lebih
dari sekedar sebutan formalitas kenegaraan
sebuah simbol yang semakin keriput
garis-garis roman mukanya
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bilang mereka yang berjubah putih
dengan selewang pedang di bahunya
dan berjenggot panjang itu belum tentu masuk sorga
meski yang diteriakkannya kebesaran Tuhan
sebab menurutku dasar tikamannya justru kekerdilan Tuhan
mereka yang menghakimi siapa-siapa penghuni neraka
padahal pintu-pintunya mungkin masih lama baru dibukakan
dan urusan pengadilannya belum diperkarakan
Kamu sebut aku linglung
waktu aku bahasakan sembahyang sebagai bersetubuh
doa sebagai persetubuhan
orang yang munajat sebagai pengemis
wajah Tuhan sebagai pucat wajah pasi
ayat-ayatNya sebagai tanda-tanda manusiawi
yang dalam dirinya dan proses turunnya
mengenal dimensi waktu dan ruang
dan karenanya kulit, mata dan rambut manusia
tetap dalam anugerah perbedaan
Kamu sebut aku linglung
waktu di tengah malam bulan ramadhan sambil memeluk malam
yang aku muliakan sendiri
saat lampu kamar semua tetanggaku sudah mati sinarnya
ditingkahi nyanyian dzikir butiran-butiran salju kecil
aku tulis puisi linglung ini
bersama pecak bandeng Nordsee kepedasan
yang aku goreng di atas wajan halaman-halaman
semiotikanya Umberto Eco
dengan rempah-rempah mentah jahe, lada, sebiji bawang bombay,
sembilan butir cabe rawit dan sesendok garam dan miwon
yang digerus di atas lumpang papan kecil yang aku temukan
di lembar-lembar Éloge d'une Soupçonnée- nya René Char
Itu

racun
jelaga
pelacur
bergelayut di ranting rembulan
menantang adzab
siksa dunia mendera
seribu rakaat pada sipu mentari
sejuta dzikir pada lelap kelam
kehendak berkuasa
kehendak bercinta
tergolek terdakwa
berkawan-kawan setan
mendoa laknat kutukan
kenapa masih bercumbu jua?
Itu II


awak datang
bersama arak-arak awan menerjang
bukan awak berkata sembarang
tak tertembus kata bukan hal jarang

mati pikiran
tak kepalang
padahal lautan membentang
dan jala-jala sudah direntang
tapi sang nelayan belum juga berkayuh sampan
surup mentari bukanlah halangan
bila sang kekasih sudah jadi tujuan

awak datang
awak menjelang
bila awak meradang
ada luka menganga di tepi jurangTerpedaya
berpikir makro
bertindak mikro
tertipu
atau menipu
beringsut kala gelap
bermimpi jadi raja kala terlelap
riuh gelak
berbotol-botol wine terbahak-bahak
kenapa mengelak
padahal sudah terdesak?
atau karena tersedak
pikiran makro yang mau meledak
tindakan mikro cuma langkah-langkah tak berjejak
rusak
rusak
rusak

Birokrasi

pelayanan
salaman
uang
setoran
giro
rekening sendiri
arsip
laporan fiktif
dengan data-data tahun-tahun lalu mengutip
prioritas departemen sesaat
buta mata buta hati
atau dibutakan
atau memaksakan diri jadi buta
aku ingin muntah!Burung Kecil
Pada ranting pohon akasia yang lebat daunnya
Seekor burung kecil hanya singgah sebentar
Untuk kembali terbang tinggi sendiri
Angin selatan sejak lama telah menghantam dadanya
Membawa asma bukan turunan
ujaan hati entah ada dimana
Dan alam asik dengan kecantikan percuma
O, burung kecil yang sudah ringkih sayapnya
Ayahmu menitip salam
Menantimu kembali
Di sarang-sarang sepi
Di ujung pohon-pohon kecapi
Dia bertanya apakah salju itu masih putih warnanya
Apakah engkau menemukan Tuhan baru di sana
Jangan lupakan negrimu
Tanah air burung-burung kecil
Berangin batuk berbencana suntuk
Tapi ia negrimu
Tempat kelahiran Tuhan-Tuhanmu pertama
Pada ranting pohon akasia yang lebat daunnya
Burung kecil itu masih sempat menulis surat untuk ayahnya
Mengembalikan salam lewat angin utara
Yang tidak berasma
Namun membawa nafas baru kematian
"Ayahku, 'nanda mungkin tak akan kembali
Ke sarang-sarang sepi lama
Meski kedua sayapku telah letih sendiri
Aku akan tetap terbang
Menjemput kematian baruku
Dibalut angin utara
Telah aku siapkan kain kafanku baru
Cukup arah dulu itu sebagai liang lahatku".

Kembali Tak Kembali
(Untuk Orang-Orang Terkasihku)

Memacari musim-musim
Meremah mentari
Menjamah rembulan
Lalu membuang keduanya
Di tapak-tapak kaki lalu

Menyusuri belantara asa
Hanya temukan semak-semak utopia-utopia
Kembali atau tidak kembali
Tetap berangkat pergi
melangkah sendiri

Andaipun akan kembali
Tak akan ada lagi satu gulung ombak datang menghempas
Jemput kerang-kerang mimpi di bibir pantaiku
Tak akan ada lagi satu sejuk angin semilir berhembus
Terpa sepotong hati patah di serpihan kering dedaunanku
Kar'na langitku tak lagi biru berangkasa
Kar'na isak tangisku tak lagi bersisa bulir-bulir air mata

Andaipun tak akan kembali
Aku mohon
Jangan ratapi langkah-langkahku
Jangan sesali keputusan-keputusanku
Biar hari-hari indah itu
Aku simpan di relung-relung hati
Biar ufuk lamun dan mimpi itu
Akan aku bawa mati

Narasi Pendek Sebuah Restoran Tua

Sepasang kekasih itu aku kenal langkahnya
Sebelum pintu terkuakkan
Sebelum syal dan jaket digantungkan
Sebab perang sudah lama usai
Dan belulang tentara muda sejak dulu jadi tanah tersia

Sepasang kekasih itu setia, masih saja
Dengan bibir saling bertautan, lama
Di luar aku dengar sirene pemadam kebakaran dibunyikan
Membawa ingatanku
Waktu bom-bom sekutu meluluh-lantakkan rambut atap-atapku
Bahu-bahu ruangku
Dan di sisi tiangku menjerit seorang perempuan muda
Meratapi sebelah payudaranya yang berlobang

Sepasang kekasih itu berciuman, masih saja
Dan di atas cerminku tersisa noda darah kering tersembunyi
Dari perkelahian sepuluh tahun lalu
Waktu seorang pria pemabuk menampar pacarnya
Yang lupa masih mengenakan celana dalamnya

Botol-botol wineku, martiniku, tequillaku dan whiskeyku
Setiap malam berjejer rapi, masih saja
Seperti pasukan-pasukan tak pernah berhenti latihan berbaris
Mesti hanya untuk menemui kekalahan
Di gerbang perbatasan yang pasti akan jatuh sebentar lagi

Bisik sebuah suara pelan
Terdengar di telinga dindingku
Kalimat yang sama, seperti berpuluh-puluh tahun lalu, masih saja
"Aku sayang kamu"
Tak sengaja mata pintuku melirik
Lelaki itu kehilangan tiga jemarinya
Di balik rok pendek hitam
Dan perempuan itu memejamkan kedua matanya
Terbisa

gemeretak paku-paku tua menghujam di perahuku
adalah suara sesal jauh darimu
tubuh kuyup berbalur rindu
sebutir pasir membayang dalam lamunan
mengaca senyummu
dalam pelukan dan igauan yang meronta
di hadapan cermin rona sang pagi
mendayung sepi
menuju haribaanmu
pelabuhanku
Diam Adalah Gerak

rasa berbagi sudah lama aku tahu
bahkan sebelum kau terdiam
sebelum aku sentuh hatimu
sebelum kau jamah dadaku
tetapi aku baru yakin
saat kau mengerang dalam diammu
terus saja aku telusuri erang diammu
dalam kediaman gerakku
Elegi Untuk Soe Hok Gie

Pengemis itu, Gie
masih saja berdiri di depan istana sang raja
di kantungnya kumal
masih tersimpan koinmu terakhir

Gunung itu, Gie
masih saja menantang untuk dipanjatkan
di puncaknya menanti
tarikan nafasmu terakhir

Dalam ketiadaanmu
Kabarkan aku buah keraguanmu
kabarkan aku adakah Tuhan cuma hayalan
adakah agama sekedar pilihan terakhir dipaksakan

Di sini aku tertimbun jejak-jejakmu
utara yang acuh
manusia disebut korban
kebahagiaan yang hilang
lalu berlari sendiri ke selatan
memacari Tuhan-Tuhannya
yang diciptakan


Elegi Untuk Diriku Sendiri

Kala engkau memilih
terbang bersama angin
Aku tahu engkau lebih suka jadi debu
Kala engkau memilih
jadi bukan siapa-siapa
Aku tahu engkau lebih cinta jadi pasir
di sunyi sahara
Engkau bentuk istana mimpimu
dengan pagar dari kata-kata
dengan atap dari bunga karang
yang kau pungut dari dalam lautan
Dalam sendiri
kamarmu adalah kuburanmu
Penyair Yang Pergi
Semalam aku lihat seorang penyair
meratapi sajak-sajaknya dan pergi bersama buntalan dupa berisikan kembang-kembang kering dari musin semi yang garang Tiada airmata di kedua matanya yang sudah lama habis di tahun-tahun senja

Untuk Juru Mudi Sebuah Kapal Dari Utara
Di geladak itu engkau melambai
Teriak namaku akrab Tapi aku tidak mengenalmu Dan engkau lemparkan sebuah sapu tangan Sebagai tangga mengejar Memilin bayangan
Engkau berteriak: Cinta adalah persamaan
Cinta adalah persaudaraan Di tangan-tangan rakyatlah bersimpuh kekuasaan Tapi aku lihat permadanimu Ada banyak bercak darah tertumpah Tersia Mengering menyeringai seperti hantu
Pulauku lebih indah dari segala janjimu, sungguh
Winter
aku temani saljumu pertama
dan aku hanya masuk lewat jendela terbuka di atas rerumputan bukan lewat pintu bukan lewat hati dinginmu adalah kegilaan dekat di antara kedua pahaku dan lamunanku di negriku engkau jelaga di sungaiku engkau bertahta dalam singgasana curian aku tinggalkan engkau sementara musim dingin belum berakhir sementara anak-anak burung gereja belum terbentuk sayapnya dan engkau lirih di bumi sedih
jangan pernah bertanya
kenapa engkau jadi korban musim dingin di tahun yang keras kenapa engkau jadi korban di atas reruntuhan janji pasti di atas tanah-tanah tandus
engkau ingin musim dingin ini tiada berakhir
engkau ingin saljuku tetap putih biar terus panjang lamunanmu biar mimpi tiada berakhir
Elegi Untuk Ahmad Wahib

andai kau tak menyeberang jalan
di hari naas itu, kubalur engkau
dengan debu kesangsianmu
ucap Tuhan, kenabian, dan keraguan atas segala
kulit tubuh tipismu masih tersisa di jalan-jalan kota
jemarimu aku lihat di roda-roda musafirku
bergerak
gairah tuliskan tanya jaman-jaman bunting
bersama benih-benih kekuasaan
yang merayap ke rongga paru-paru perhimpunanmu
sebagai lelap awan tertinggal
sebagai gumam petir tanpa cahaya
dan engkau memilih jadi bintang
bersinar sendiri

andai kau tak menyeberang jalan
di hari naas itu, ku undang engkau
ke ufuk lamun mimpiku,
duduk di sisi meja hidangan makan malamku,
dan kuperkenalkan engkau
dengan kaki yang menjadi roda
biar tambah sangsimu
biar tambah yakinmu

Pernah Terjadi
Her, aku pernah percaya
hidup ini punya arti aku gauli cita, aku bercanda dengan mimpi aku tabur benih-benih harap satu saat kapalku merapat di pulau impian Namun bahkan mimpiku dirajah bukan hanya hati dan limpa dibawa jauh tinggi, tinggi, tinggi untuk lalu dilempar-lepaskan
Her, aku pernah percaya
pahala menebus dosa di malam-malam kerontang di salju-salju putih di puri-puri renta di lembah-lembah mencinta Tetapi tidak, jiwaku karam Tetapi tidak, cuma kosong membentang arah kiblatku tidak lagi lempang terseok terseret anggur dan kejatuhan di ombak-ombak membuih di jurang-jurang kandas memeluk puing-puing takdir tersedan di atas ranjang lama
Her, aku pernah pernah percaya
pada kata-kata di sana akhir pencaharian pada ucap-ucap batin di sana ujung penantian Tetapi tidak, dedaunan akasiapun meruntuh di tengah musim semi Tetapi tidak, serigala menerkam luka setiap kali Di ambang lelap mentari aku lihat jejak-jejak pedih meratapi mimpi-mimpi rana
 
x10303 15/03/2007:
LOVE
WHATS DO YOU HAVE TO SAY ABOUT LOVE ?
WIIL IF LOVE NO LOOKING WHATS DO YOU KNOW?
BE VISIBLE OR IMPOSSIBLE WITH WRITE LOVE WHATS DO YOU KNOW LOVE?
WHATS DO YOU KNOW LOVE FLY?
Cinta adalah anugrah ilahi yang patut syukuri.......
cinta adalah membuat semangat hidup lbih menyenang kan and gairah hidup lbih segar and sejuk dihati cinta itu seperti bunga........ yang selalu di sirami air........
cinta tak ada pembuktian dengan kita cintai sama saja cinta semu.
cinta ada pembuktian sama hal nya seperti madu yang selalu nyaman dan hangat....
kapan saja kita butuhkan cinta akan menyelimut darii sepanas nya rotasi sunrasakan kebahagiaan yang seutuhnSaat



Pernahkah kamu merasakan....
Bahwa kamu mencintai seseorang....
Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi....
Dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas....
Tapi kamu tetap mencintainya....

Pernahkah kamu merasakan....
Bahwa kamu sangguh melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai....
Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi....

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta....
Tersenyum kala terluka....
Menangis kala bahagia....
Bersedih kala bersama....
Tertawa kala berpisah....
Aku pernah....

Aku pernah tersenyum meski kuterluka....
Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku....
Aku pernah menangis kala bahagia....
Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja....

Aku pernah bersedih kala bersamanya....
Karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti....
Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya....
Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki....
Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku....

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan Akhirnya pasangan hidupnya....

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah.
Semoga kalian selalu berbahagia....

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta....
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar....
Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit....
Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya....
Bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu....

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta....
Buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan....
Yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia....

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah....
Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab....
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu....

Buat temanku yang mempermainkan cinta....
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan....
Cinta bukan suatu kehampaan....
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta....




Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin
memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin
sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk
dirimu sendiri.
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di
sisinya maka kau akan bertanya,Bolehkah aku
menciummu?
*Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di
sisinya maka kau akan bertanya,Bolehkah aku
memelukmu?
*Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di
sisinya maka kau akan menggenggam erat
tangannya







Bila telapak tanganmu berkeringat,
Hatimu dag dig dug,
Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
Itu bukan cinta, tetapi SUKA.

Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan
menyentuhnya,
Itu bukan cinta tetapi BERAHI.

Bila kamu menginginkannya karena tahu
Ia akan selalu berada di sampingmu,
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.

Bila kamu menerima pernyataan cintanya
Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN.

Bila kamu bersedia memberikan semua
Yang kamu sukai demi dia,
Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya
Kepada semua orang,
Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN.

Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah
Satu-satunya hal yang kamu pikirkan,
Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.

Ketika Kamu MENCINTAINYA,
Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,
Karena itu adalah BAGIAN DARI KEPRIBADIANNYA.

Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU,
KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU

Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,
dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA

Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA
Biarpun ia cukup tegar menghadapinya

Ketika kamu tertarik kepada orang lain
Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.

CINTA adalah PENGORBANAN
MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.
CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan
EGOSENTRISME.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang
harus dibayar...
Untuk sebuah CINTA
Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita
cintai menjadi
dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi
gambaran yang kita inginkan.
Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri
sendiri yang kita temukan
di dalam dia.....



Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya
sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya
dan jatuh dalam suatu keanehan serupa yang
dinamakan dengan CINTA.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan.

CINTA yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikkan air mata dan masih peduli
terhadapnya, bahkan walaupun IA telah
menyakitimu sedemikian rupa. Adalah ketika dia
tidak memperdulikan kamu dan kamu masih
menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia
mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa
tersenyum dan berkata " Aku turut berbahagia
untukmu."

Apabila cinta tidak bertemu disatu kaitan kasih,
bebaskanlah dirimu. Biarkan hatimu kembali ke
alam bebas lagi, dan kamu mungkin menyadari
bahwa kamu dapat menemukan cinta dan
kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, kamu
tidak perlu mati bersama CINTA itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang
tetap mampu bangkit disaat mereka jatuh terperosok.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita
akan belajar lebih banyak tentang diri sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya
ada.

Cinta kita akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan hidup yang telah kita buat.

Teman sejati.. selalu mengerti ketika kita
berkata " Aku lupa..." Menunggu selamanya ketika
kamu berkata " tunggu sebentar ".. tetap tinggal
ketika kamu berkata " tinggalkan aku sendiri"..

Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakannya,
melainkan bila ia berbuat kesalahan dan
bagaimana caramu memaafkannya. Bukanlah
bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan. Bukanlah
bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana
kamu bertahan.

Lebih menyakitkan menangis didalam hati daripada
menangis tersedu-sedu.. Airmata keluar dapat dihapus, tetapi lain halnya dengan air mata yang tersembunyi menggoreskan luka hati yang tidak akan pernah hilang.

Ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan
CINTA tetap mulia dan kamu seharusnya
berbahagia hatimu dapat mencintai seseorang
yang kamu cintai.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus
berhenti mencintai seseorang bukan karena orang
itu berhenti mencintai kita, melainkan karena
kita kurang menyadari bahwa orang itu akan lebih
berbahagia bila kita lepaskan.

Kadang kala orang yang mencintai kita adalah
orang yang tidak pernah menyatakan cintanya
namun tetap memperhatikan diam-diam. Karena ia
takut kamu berpaling dan memberi jarak dan bila
suatu saat nanti, kau akan menyadari ia adalah
cinta sejati yang tidak kamu sadari...



Bersama dirimu tak terasa sang waktu mengingatkan sesuatu hal untuk memohon suatu permintaan dari lubuk hati yang terdalam yang jarang tersentuh sanubari di luar batas kewajaran suatu perasaan di ambang terdalam sang waktu kehidupan terdapat sebuah kotak rahasia yang berisikan syarat kata bermakna berukir tinta emas berlian berlambang suatu permintaan untuk yang terakhir kalinya meminta kau setia untuk yang terakhir kalinya.

Sebuah permintaan yang mungkin terucap sekali seumur bagi kehidupan ini, kata yang bertoreh ukir sebuah tanggung jawab terikat nyata bagi seorang sejatinya.

Ku coba angkat sebuah kata-kata dengan berjuta mutiara sapa gelisah nan hanyut membakar sanubari namun terjadi untuk sebuah kata terakhir bagi hatimu, kata-kata yang terucapkan oleh makna membutuhkan kehadiran mu mengisi hati merah di dalam dada yang sejak sekian lama sudah tertunda.

Kata-kata sayup permata yang terucap di bibir ini hanya sebuah kata polos permintaan kepadamu setia sekali untuk selamanya :
“sayangku’ pada detik ini kau masih setia bersamaku, aku begitu terharu atas kesetiaanmu sungguh mulia pilihan hatimu, tentang rasa setia aku percaya seutuhnya ke padamu, tetapi ada hal yang ingin kusampaikan mungkin ini ujian terberat bagi kesetiaanmu yang terakhir kalinya..

“sayangku, dihadapanmu adalah kekasih hatimu, yang senantiasa bersusah senang menikmati sebagian hidup bersamamu, ku ingin kau dengarkan kata hati kecilmu menerima yang sejujurnya bila terucap kata dari lisan sederhana ini, kuatkan hatimu, bersabarlah sejenak, nikmati waktumu yang hanya sedetik ini, karena kata-kata ini hanya sekali ku ucapkan yang mungkin tak bisa ku ulang kembali”……

“Sayang’ dengarkan dan jujurkan hatimu’ untuk sebagian hidup yang belum tersentuh, maukah kau menikah denganku’ dengan segala kesederhanaan yang ku miliki yang mungkin hanya rasa tanggung jawab yang mampu ku berikan memang bukan harta atau tahta maupun kasta ataupun semesta, aku hanya butuh dirimu untuk setia bersamaku untuk terakhir kalinya, bersediakah sayang’ kau menerima seadanya diriku, melebihi cintanya seorang kekasih, apakah hatimu merasakan sentuhan lebih mendalam atas permintaan hatiku ini.

Jawabmu kutunggu di ujung dermaga cinta, ataukah kau jawab pada detik ini juga bersaksikan di hadapan sang putri mentari dan para pangeran angin dan para rakyat pepohonan jelata, para ribuan burung yang berkicau indah yang mengiringi langkah kita, dan jutaan semut merah yang berbaris di pinggir jendela yang bersabar menunggu setia jawabmu. Mungkin bersaksi di depan sekuntum mawar merah delima yang merekah meneteskan aroma wangi berjuta harum indah semerbak mewangi di hadapan kita berdua,…



Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan
yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana
menemukan seseorang yang dapat membantumu
menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak
perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan
yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh
hidup seseorang kalau hal itu akan
menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap
matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya
berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada
orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta,
sementara kamu tidak berniat untuk
menangkapnya...

Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku".
Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini".
Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok".
Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku
cinta kamu seperti kamu apa adanya".

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur
berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama
maupun berapa sering kalian bersama, tapi
apakah selama kalian bersama, kalian selalu
saling mengisi satu sama lain dan saling membuat
hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama
yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang
kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana
caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan
itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-
huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi
dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan
cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi
jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai
sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih
sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak
berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah
dengan seseorang lebih menyakitkan apabila
kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan
lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang
kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya
kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah
menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya
untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu
dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu
untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan
pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun
lagi. Biarkan dia pergi...



aku hanya manusia biasa..
sama hal nya dengan manusia kebanyakan di bumi ini..
aku hanya seseorang yang mempunyai banyak kekurangan..
aku bukan manusia sempurna dan tidak akan pernah menjadi manusia yang sempurna..
namun aku selalu ingin berusaha menjadi manusia yang terbaik dalam hidupku..
aku manusia biasa yang terlalu bodoh..
manusia bodoh yang mengulang kesalahan yang pernah kulakukan..
manusia yang baru mengetahui begitu berat nya menjalani hidup..
sekarang..esok..dan sampai kapan pun..
aku hanya akan menjadi manusia yang sama..
manusia yang lelah menjalani hidup ini..
hidup yang penuh dengan masalah yang begitu banyak melanda hari2ku..
namun aku harus tetap bersyukur padaNya..karna memberikan hidup yang beragam padaku..karena hanya kepada Nya lah aku bergantung saat ini..
aku pasrahkan hidupku ini padaNya..
aku menyerahkan segalanya pada Nya yang maha kuasa..
sekarang..
hanya ada aku yang bingung..
tak tau lagi harus bagaimana menjalani hari esok..
dan aku tak tau kapan semua itu akan berakhir..
namun aku berharap sebelum hidupku berakhir aku pernah berhasil menjadi manusia yang terbaik..
untuk hidupku..
untuk orang yang kusayangi..
untuk orang yang menyayangiku..
untuk orang yang membutuhkanku..
aku masih bertahan disini hanya karna mereka yang menyayangiku..
ya,,
hanya karna mereka,,



Puisi ini hanyalah sebatas kata-kata
Namun dia memiliki kekuatan, keberanian dan ketulusan
Mampu membawa kita
Di kedalam lautan hati
Mengantarkan cahaya dari kegelapan
Bagi jiwa yang haus dan dahaga air kehidupan

Dia membawa kita kepada kedamaian taman firdaus
Diajarnya menelusuri aliran air sungai yang tenang
Memekarkan mawar dan menebar harumnya menyengat sang pagi
Lantunan lagu-lagu dedaunan dan janji kumbang-kumbang

Embunnya menyejukkan dahaga
Bahkan memabukkan untuk setiap cawannya
Menyuburkan tanah yang kering dan tandus dari kemarau hati
Mampu menggantikan jutaan titik hujan yang dilupakan saat kemarau

Kerinduan kita semakin menggebu
Disentuhnya hati kita dengan jari jemari lemah lembutnya
Suara kehidupan seiring dengan lantunannya
Berjalan kebahagiaan dan kesedihan
Diantara imajinasi sang penyair

Kitapun terbuai dan tertidur lelap
Sehingga melupakan kepedihan hari ini
hanyalah mimpi dari sebuah realita
yang akan mengantarkan mentari menyinari kegelapan hati kita

this is my phone number 081584590024 atau 08881709108.....andy....kalau imgin curhat bisa sama gue kok....thanks???
 
Egha 21/02/2007:
Mba,,,,,

soMmBongsEkaLee diKAw sAma daKUh..

BaskeT Lagi dUnx mBA....

sEru kaN, LoncaT"an + bQin GoSong KULIT...


dUUUUUUhhhh...


.egHa radcLiFFe.

baLezzz
 
Bironk 19/02/2007:
_______@@@@@@@@__________@@@@
________@@@________@@_____@@@@@@@
________@@___________@@__@@@_______@@
________@@____________@@@@___________@@
__________@@____________________________@@
____@@@@@@______@@@@@___________@@
__@@@@@@@@__@@@@@@@_________@@
__@@____________@@@@@@@@_______@@
_@@____________@@@@@@@@______@@
_@@____________@@@@@@@@____@@@
_@@@___________@@@@@@@______@@
__@@@@__________@@@@@_________@@
____@@@@@@_______________________@@
_________@@__________________________@@
________@@___________@@_____________@@
________@@@________@@@@@@@@@@@
_________@@@_____@@@_@@@@@@@@
__________@@@@@@@@___@@@@@
___________@@@@@_@
____________________@
_____________________@
______________________@
_______________________@
_________________@_____@____@@@
_______________@@@@__@__@____@@
_____________@_______@@@@___@@
______________@@@@____@__@@
_______________________@@
tHaNx da aPpRoVe,,
kU qRiMkaN seTaNgkaI bUnga,,
kUw hRaP kaW m'JaganYa aGar BunGa TuMbUH sEcaNTiK eNgKau,,
dan sBgaI taNda p'saHaBatan qTa,,
kEeP cUnT,,
 
Krisna 19/02/2007:
?Hey mia cute makacih yach udh d sautin jawaban gw ?_?

eh ngomong2 lo cute juga hiks136x... :)
n juga manis gy hiks136x... :)

:)
 
Spongebobloversxxxbasspamulangxxxsquarepantscommunity 13/02/2007:
HayMiA

Pa KaBar Na Neh
 
Twentyfourshourzjacques 08/11/2006:
ngenenggggggg ?
[See all 37 testimonials]