|
 |
|
 |
| |
 |
 |
| User ID: | 235188 | | Gender: | Female | | Interested in Meeting people for: | Just looking arround | | Status: | Married | | Age: | 16 | | Occupation: | student | | Location: | Indonesia | | Hometown: | tangerang | | Hobbies and Interest: | shopping . shopping . shopping . hha ! | | Affiliations: | kang & nong kota Tangerang | | Companies: | BASIC dancers | | Schools: | 10 SHS | | Favorite Foods: | coklat ! coklat ! | | Favorite Drinks: | susu xD | | Favorite Musics: | metal . screamo . jazz | | Favorite Books: | chicken soup . | | Favorite Tv Shows: | i dont really actually pay attention on my tv . | | Favorite Movies: | any movies . no horror please ! | | Quote: | someday i will be a queen . but i wiil always be myself . | | About Me: | HATE punks . 15 yrs old . cHiLdisH . bad TEMPER . cant control myself sometimes . doin fool things a lot . HATE stayin at home all day long . single . crazy bout dance . silly . dumb . stupid . hate my self sometimes .
more bout me , just add me on ..
LC : mia_cinta_pink@plasa.com FS : maskarakerlapkerlip@uchul.com YM : miametal13@yahoo.com
that's all mine ! you may add =)
im soooo rarely ol my LC , if you've a bussiness with me, just let me know from fs, ym, or msn . thx | | Who I Want to Meet: | someone who have an attitude ! | | Media Box: | | |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
 |
|
 |
| |
 |
 |
 | Wara 01/04/2008:
hai ade...........pa kbr niyh??????gmn ma co'a???baek2 aja khan???mia,kk kngen niyh sm gi2tan'a mia........hehehehe..........10x. bls ya!!!!!!!!! |
| | |
 | Saiiadudul 07/05/2007:
tengs iiaaahhh ud dpRuv??
sLam kNaL jg
Btw nak mna ni??
kipkun yup
duduuw.. |
| | |
 | Deasy 17/04/2007:
hEy mia aPa kabar ? ko' pas dhe ke tangerang kmu tak nampak di sana ? |
| | |
 | x10303 14/04/2007:
IJINKAN Ijinkan aku tumpahkan semua beban dipundakku Bukan karena aku tidak mensyukuri RahmadNya Aku hanya ingin berbagi Ijinkan aku rebahkan diriku didadamu Sembari kukatakan semua luapan isi didadaku Untuk sekedar meringankan luka ini Ijinkan aku menangis Walau itu membuatmu terluka Tapi kupercaya kau tetap membasuh luka dan tangisku winna' 19 01 2000
PERJALANAN MENUJU PURI DI UJUNG PELANGI Melintasi nuansa warna Mengapai puri diujung pelangi Setapak demi setapak Kulintasi nuansa warna pelangi Semburat merah Serasa jiwa bergolak Nyala api tak kunjung padam Tanpa sada ujung rambtku terbakar Dengan gerakan secepat kilat Kuguyurkan air dan kupotong rambutku Entah potongan rambut model apa yang kini kumiliki Aku tersenyum sendiri Kulanjutkan perjalananku dengan membawa sepercik kebahagiaan Kubilang pada hatiku takkan lagi kuberbuat ceroboh Sketsa jingga mulai kujalani Dengan penuh semangat dan tekad membaja kutelusuri Disekelilingiku dipenuhi kemilau intan Segera kuambil intan-intan yang sanggup kubawa Namun ditengah perjalanan …. Tiba-tiba intan-intan itu raib entah kemana Ternyata karung tempat intan itu berlubang Karena terlalu banyak isinya Kembali kulanjutkan perjalananku dengan kebahagiaan tersendiri Dan kutinggalkan karung yang telah kosong itu Rona kuningpun terlihat Kuberlari-lari kegirangan Menari-nari penuh suka Semakin kupercepat langkahku Aduh…. Tiba-tiba aku terjatuh Begitu cepat kakiku melangkah…. Segera kupijat dengan balsem pemberian ibu Sambil terseok-seok kukembali berjalan Asaku tak jua padam tuk gapai puri di ujung pelangi Kurasakan bahagia dalam rona kuning Penuh semerbak harum bunga matahari Takkan kubiarkan kegembiraan terlalu dalam Hingga lupakan semua hal Hamparan hijau dedaunan kurasakan Sejukkan jiwa yang galau Dedaunan serasa dicumbu embun Kupu-kupu bermain merayu-rayu Karena aku sangat jail Kuambil sebuah kupu-kupu Namun…… Entah darimana datangnya lebah Sejurus kemudian menyengat tanganku “Padahal aku nggak menganggu sarang lebah itu…. Tapi….. darimana lebah itu muncul…… Apa…. Lebah itu sahabatnya kupu-kupu ya ?” Tanyaku pada aku sendiri Kuambil daun melati Kuusap-usapkan pada tanganku yang bengkak Kurasakan harum semerbak wanginya Diriku dipeluk oleh alam nan syahdu Begitu tenang…. Rasakan kebahagiaan mencumbuku Takkan pernah kujahat pada alam yang telah memanjakanku Takkan pernah kuberbuat salah meskipun itu cuma kesalahan kecil Karna kuyakin semua salah pasti ada hukumannya Sayup terdengar merdu bunyi seruling Kuterbuai oleh negeri pink Romansanya memanjakanku Buat mimpiku melambung jauh Hingga tercipta ribuan syair-syair asmara Takkan tertandingi oleh pujangga manapun Saat inipun kulihat wajahku dalam bening aliran sungai Begitu cantik tak terduakan Sayup terdengar puisi-puisi cinta yang lebih indah dari puisi-puisiku Dan terlihat gambar gadis-gadis cantik yang lebih dari wajahku “Ah sudahlah…. Toh semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing” Kutersenyum dan kulanjutkan perjalananku dengan rasa syukur Atas semua kelebihan dan rasa ingin memperbaiki kekurangan-kekuranganku Kutermenung dikelilingi sutra unguKembali kumenghayal tentang puri indah di ujung pelangi Seperti yang selalu nenekku kisahkan menjelang tidur Kuhanyut oleh kesedihan di masa silam Hingga tak mampu lagi kusadar tentang keindahan sutra ungu ini Tanpa sadar pak tua menghapus air mataku Masih terbuai oleh kesedihan …… aku membungkam “Gadis manis bangun lihat sutra-sutra ungu ini begitu indah terproses dari tangan-tangan yang lembut tapi perkasa” Aku bangkit…. Sungguh indah sutra-sutra ungu ini Tapi…. Kemana pak tua tadi.. Kurasakan kebahagiaan dalam kelembutan sutra ungu Kutakkan pernah hanyut dalam kesedihan lagi Kuingin gapai semua cita dan cintaku Kata nenek kalau sudah sampai di negeri biru…. Berarti hampir sampai di puri ujung pelangi Kebebasan dan kedamaian begitu terpancar Sungguh ini cobaan yang berat Tapi kubisa atasinya Langkahku kian cepat hingga sampai pada deretan bunga-bunga Semburat warna Merah…., jingga….., kuning…., hijau…, merah muda….. Hijau…., dan biru Bagai seorang putri tiba-tiba bajuku berubah laksana Cinderella Milenium Baju yang sangat besar namun pas dibadanku yang mungil Berwana pink dengan hiasan-hiasan perak Rasanya bajuku bisa bergoyang-goyang Kepalakupun berhias mahkota Seorang pangeran tampan menyambutku Dan mengajakku kesebuah puri Tapi….. Apa yang kulihat… Sebuah gubug ditengah air terjun yang terdapat bias-bias warna Dikelilingi bunga-bunga Gemericik airnya mendekapku dalam kedamaian Angsa-angsa putih asyik bercumbu Burung-burung riang beryanyi asmara Pangeran itu berkata “Perjalananmulah purimu, dan ini hanya sebagian dari purimu yang akan kita tempuh berdua dan mungkin tidak seindah yang kamu bayangkan tapi kuingin beri yang terindah buat mu” Kebahagiaan melewati negeri warnapun terlintas di pelupuk mataku Kini kebahagiaan yang aku rasakanpun bertambah semakin bertambahnya pengetahuanku Tentang nuansa warna Kan kujalani semua hal di puri ujung pelangi bersama seorang pangeran tampan yang bijaksana 10042000
Sarang Burung Kutebar senyum pada laut biru di Ujung sana Kudapati ombak-ombak mungil berlarian Kuberkicau menyambut mentari pagi Kuterbang dengan kekasihku Saling mengusap-usap penuh kasih ......ach....kicauku tertahan Angin menyebar berita perlahan-lahan Kadang suaranya terdengar diantara pepohonan Kadang begitu sunyi...... Musim kemarau masih panjang "Kapankah kita membuat sarang? Kapankah kita temukan pohon tempat berteduh? Yang kudapati hanya gedung-gedung bertingkat Akankah kita mendiaminya ? Tidakkah mereka mengusir kita ? Seribu tanya tanpa jawab?" Seolah nafas kota menghimpit semua pertanyaan Kami kembali memadu kasih Perlahan kami terbang dari satu ranting ke ranting lain atau.... bermain-main dari satu awan ke awan lain meskipun awan-awan itu berusaha mencegat kami Kami kembali memadu kasih Suara kepakan kami tertahan..... .................... Hilang diterpa angin dan gelombang pantai Kicauan kami kalah oleh suara gergaji besi Kembali kami terbang rendah Ombak-ombak seolah mempermainkan kami Mencoba kembali terbang tinggi Kali ini gedung pencakar langit yang menghalangi jalan kami Kami tetap berusaha terbang mengepakkan sayap-sayap kecil kami Mencari arah mentari "Kapan kita akan membuat sarang?" Ombak dengan garang menyergap pertanyaan kami Kami tetap berusaha terbang mengepakkan sayap-sayap kecil kami ditengah musim kemarau yang selalu membuat kami mengeliat Mencari arah mentari dimana menerbitkan kenyataan pada akhirnya Kami akan bisa menjawab dengan pasti Kapan Kami akan membuat sarang? Okt '99 JuVe Lantai Dansa Cinderella Kucoba rebahkan diriku bersama turunnya peri-peri malam Kucoba hilangkan semua kekesalan dan kelelahanku Tak jua kunjung bisa Kuingin malam ini dewa mimpi meniupkan sulingnya ditelingaku hingga memerah Kucoba terhanyut dalam dekapan sang rembulan Sesaat datang seorang wanita setengah baya mengajak kupergi Tanpa kutahu siapa dia Kuikuti kemana dia membawaku Tanpa kusadar aku telah berada di sebuah pintu gerbang yang ditutupi sejuta bunga liar Kubuka perlahan, deritan pintunya membuat nyeri daun telingaku Mulai kususuri halaman yang nampak begitu tua dan usang Sebuah pintu lagi berdiri didepanku sekali lagi daun telingaku terasa nyeri Wouw.... Seperti berada di sebuah negeri dongeng atau rumah seorang bintang Hollywood Tapi sayang.... puri yang indah itu nampak tak terawat Dengan ragu dan rasa takut kucoba beranikan diri memasukinya Cat-cat merah muda yang menghiasi dinding-dinding masih memancarkan sinarnya walaupun sepertinya puri itu sudah ditinggalkan puluhan tahun Namun bangunannya begitu mewah dan megah Tampak sebuah tempat tidur mungil yang indah dihiasi lampu merah muda dengan kelambu merah muda aku dikejutkan oleh sebuah gaun malam yang begitu indah Tapi sayang gaun itu terlalu besar untuk kupakai ditubuhku yang mungil Tapi entah nurani dari mana yang memaksaku untuk memakai gaun itu Terkejut aku .... Gaun itu begitu pas dan cocok kucapai bak seorang putri dari kerajaan inggris aku mengaca pada sebuah kaca yang berukuran sebesar tubuhku yang dihiasi oleh ukiran yang mahal yang sepertinya gajiku satu bulan belum cukup untuk membelinya Seolah dewi Aphrodite tersenyum padaku Aku menari-nari kuikuti lantunan musik dansa yang terdengar di telingaku tanpa pernah kutahu siapa yang memutarnya Serasa terlempar ke negeri lain dimana tubuh-tubuh mungil dengan membawa tongkat bintang dan diatas kepala dihiasi lingkaran putih mengelilingiku Aku kembali menari-nari tanpa perduli akan sekelilingku Terdengar suara merdu nan sopan Kulihat pakainnya bak seorang pangeran pedangnyapun masih berada diballik punggungnya yang bidang bajunya yang serba merah muda itu mampu membuatku tertawa dalam hati namun kutahan tawaku karena Tangannya mulai diayunkannya kebawah lalu kesamping seolah mengajakku memulai berdansa Seolah dipanah oleh dewa amor aku pun mulai memberanikan diri berada lebih dekat dengannnya dengan seseorang yang tak kukenal dan Dengan sedikit canggung kumulai berdansa padahal sebelumnya aku tak pernah berdansa Kuikuti saja alunan musik itu Tanpa kusadar aku dibangunkan oleh lautan yang melahirkan surya di ufuk tidur Aku cuma bermimpi...... winna'
ASA BARU Kubangun hari ini dengan membawa asa baru Kutembus langit ketujuh Kulintasi pelangi Aku menari-nari dengan bajuku yang kebesaran karena tubuhku yang memang kecil Aku berlari-lari kecil seraya mendendangkan lagu cinta Aku menatap awan dan langsung terbang ke arahnya Aku menatap langit dan aku langsung menembusnya sampai langit ketujuh Kususuri langit dimana aku bisa bermain dengan awan-awan Kujelajahi bumi dimana aku bisa berceloteh dengan burung-burung Kembali aku turun kebumi Kutanya angin ada kabar apa hari ini Terlihat sebuah mata air mengalir begitu jernihnya memberi kehidupan bagi sawah-sawah nan hijau Tercium semerbak wangi bunga-bunga di taman Kurebahkan tubuhku di hijaunya rerumputan Kupejamkan mataku sambil tersenyum Kuayunkan kembali langkah kecilku Aku kembali menari-nari di taman itu Kurasakan hembusan angin sejuk memainkan rambutku Kuhirup udara segar itu lalu kukeluarkan kembali Terima kasih Ya Allah Nikmat dan karunia-Mu sedemikian besar hingga tak mampu lagi kugoreskan dalam puisi kecilku
Rapuh Perlahan aku bangkit dari seribu batu yang menimpa tubuh kecilku Perlahan aku bangkit dari tidur panjangku Tertatih kuberjalan tanpa tau arah Tertatih kucari sebuah tongkat bantu aku berjalan Tertatih aku... CERITA YANG TERPURUK Disini… Rintik air hujan jatuh seperti jarum2 Burung hantupun mengigil kedinginan Dulu… Ketika dalam dekapan dewi asmara Aku ingin agar waktu berhenti saat itu Namun… Aku tak mungkin terus bersandar pada angin Mentari menerbitkan satu kenyataan Bahwa waktu akan terus berjalan Saat ini… Kutulis surat buatmu lalu kubakar dalam tungku panas Gemuruh petir dimalam hari terdengar Adakah cinta polosku kau simpan? Tak ada yang menyahut Hanya gerimis gaib terdengar, dan… Menyimpan sebuah rahasia kepolosan cinta Juliet Vennin 1996 [Mepiksa '96] Kisah Lara Kusapu wajah langit perlahan Kuhitung bintang entah sudah jadi berapa buah Tertidurnya rembulan dalam belaian angin surga Seiring menari penaku Detak jam di kamarku terdengar jelas Pujanggapun mulai membacakan syair-syairnya Lama kutertegun tanpa kata Hanya desah atau sesekali anggukan tanda mengerti Kugerak-gerakkan jemariku diatas kepala Menari sayup terdengar gamelan Layar tlah dibuka Dimulainya kisah lara dari sudut layar yang terkubur Nurani diam bagai cacing kepanasan Dipojok dduk manis beberapa sinden suara merdu nyanyikan lagu nestapa Lama terdiam hayati cerita lara digaris tanganku Cucuran air mata bermuara dikolam nestapa Terlena dalam timangan duka Dalam dekapan mesra kabut lara Lama kumerenung…. Makin kusulut api panas dalam luka yang entah sembuh entah tidak Lama kutertegun….. Masih kusadar lukaku masih meneteskan nanah Apa bisa ramuan sesedikit itu menyembuhkan luka yang masih bernanah Jijik kumelihat luka in Lama kuhayati arti dari suara merdu sinden Sesekali kulihat lukaku yang masih bernanah Seorang ibu tua sodorkan ramuan yang tlah dihaluskan dengan cobek Coba minum beberapa pil ini, Coba tetesi dengan obat tetes ini…. Ah…. Bercak nanah itu tak mungkin mengering…. Tak mungkin Apa aku yang buat nanah ini makin menderas Segera kusingkirkan lalat-lalat yang mengerubungi diri Obati luka ini….Kuyakin nanah ini dengan ramuan dari ibu tua itu Atau dengan beberapa buah pil…. Atau justru dengan obat tetes itu…. Pasti sembuh ya….. pasti sembuh…. Kuyakin Kuingin sinden itu mengubah tembang-tembang laranya Jadi tembang suka dan merindu kasih Bersama mengeringnya nanah di lukaku Meski bekas luka tak pernah hilang Kuingin usir kisah lara ini Ingin tutup semua layar duka Akhiri kisah lara…. Sudahi saja 210300 MALAM MENDESAH PANJANG Aku mengadu kala malam mendesah panjang Dalam tembang suling kutiupkan sebuah kisah Aku menangis tanpa perdulikan burung hantu lantunkan lara Dalam terkaman guntur malam aku mengigil ketakutan Dalam desahan panjang sang malam aku mengadu .... Desahannya panjang menyayat pilu Tubuh mungil malam semakin kurus diterkam siang lusuh Butiran-butiran bening mengalir di kedua pipi mulus Badanku makin gemetar, tak henti bicara jiwaku Hanya bibir yang terdiam karan kata tlah terbutuh Malam kembali mendesah dalam kantuknya yang panjang Mata anginpun mulai membuka menutup kelopaknya Tubuhku makin kaku dan mengigil ketakutan Aku bersujud Aku bersimpuh Deraian air mata bagai aliran terjun Bibirku kaku Hatiku beku Apa jiwaku mati Sepi.... Malam mendesah panjang dan lirih ..... 30042000
SIAPA Siapa menyapa kala fajar menyingsing Siapa menari diatas panggung bayang-bayang Siapa bertanya dalam pekat kabut pagi Siapa berbisik pada angin diujung senja Siapa biarkan kuntum bunga terpetik Siapa biarkan dirinya kehujanan dalam derasnya siang Siapa berkaca pada deras aliran air sungai Siapa pastikan bisa jawab siapa ...... 30042000
KARCIS 2 JURUSAN Siang itu distasiun kereta api sangat panas Deras menetes keringatku berbau kecut Lalu lalang orang buat aku pusing Karcis 2 jurusan ada ditanganku Tanpa tau mana yang terbaik Tangisan anak kecil buat telingaku meronta-ronta Ramai pedagang asongan tawarkan sana-sini Karcis 2 jurusan tetap ditanganku Sambil berdiri kebinggungan Karna kuhanya orang asing tak tau arah dan tujuan 30042000
Aku Sayang Kamu Aku sayang kamu Bersama kualirkan tiap-tiap do'aku didekapan rembulan Aku sayang kamu Seperti persetubuhan antara pekatnya malam dan jelitanya pagi Aku Sayang kamu Bersama larutnya ciuman dan rebahnya kepalaku didadamu Aku Sayang kamu Saat mimpi-mimpi keabadian cinta membumbung dari asap pengharapan Aku sayang kamu Bersama lewati lorong-lorong nafsu dan cinta Aku sayang kamu Kubelai lembut hati yang tercipta merayu Aku Sayang kamu Terbisikkan tiga kata entah terhayati entah tidak "Aku Sayang Kamu" 29042000
Syair Sang Kekasih Mungkin aku hanya bisa buat syair Lantunkan liris-liris romantis dalam gerimis Terdengar angin tertawakan syair-syair Tapi kuhanya tersenyum sembari melirik Lihat wajahmu disemua dinding hati Kembali kutarikkan pena emas mungil Ungkapkan rahasia panah-panah asmara dengan lirih Cinta mengalir..... Dari gejolaknya dan berputar-putar diantara lembah dan bukit Kekasih.... Dengarlah perlahan-lahan nafas cinta sang angin Kemarilah biarku dinginkan hati Dengan dekapan sayang dan kasih Kemari Hampiriku, buat mataku jadi telinga maknakan cinta diantara duri Kubiarkan dirimu mandi dikolam air mata diri Gerimis tetap melawan sepi Bicarakan cerita-cerita batin dan kisah kasih Dua sisi kan tetap tertaut dalam runcing hati Wajahmu kembali tersenyum manis Mengecup kening dan kubiarkan penaku berhenti menari 29042000 juliet vennin/winna'
Sebuah Cerita Pagi Saat itu surya bersinar terang Kukayuh sepeda dengan hari riang Pelan namun pasti aku coba seimbang dengan jalan yang tidak rata Ban sepeda yang mungil melengak lengkok di tengah kerikil-kerikil tajam Kutoleh kanan kiri agar aku tak disalahkan karena memakai jalan seenaknya tapi....... prattttttttt.......... tiba-tiba bajuku terciprat air hujan dipinggir jalan dan tubuh serta sepedaku agak doyong ke kanan sekilat kulihat sepeda motor sudah berada 100 m dari hadapanku "hu-uh orang nggak tau apa kalo disini ada orang" "kenapa bu ?, makanya hati-hati mending ibu bawa mobil aja he he he", kata seorang pemuda di yang lewat didekatku naik mobil...... tanyaku dalam hati la wong pak umar bakrie aja masih juga bawa sepeda kumbang iya-ya..... mungkin aku juga bisa pakai handphone seperti orang-orang itu...... andai..... kapan yach........ nanti deh aku pasti bisa nabung Kembali kukayuh sepedaku meniti jalan berkelok dipinggiran desa sesampai di sebuah bangunan yang agak rapi namun sudah kuno aku berjalan sambil menjawab salam yang selalu dilontarkan murid-muridku setelah bel masuk berbunyi mereka berdiri rapi didepan pintu sambil sesekali terlihat mereka saling mencubit atau menyentuh badan temannya lalu mereka masuk ruang kelas setelah mencium tanganku melihat kepolosan mereka...... rasanya hilang semua amarah yang akibat ulah si pengemudi motor tadi winna' Menyusuri Lorong Dusta Pekat..... Gelap.... Tanpa lentara .... Hilang secercah cahaya Kotor, gelap Penuh sarang laba-laba Jijik kumelihatnya Kudekap tubuhku dengan selimut tebal Bisakah kuteruskan langkah Bisakah pasti kuberjalan Akankah ada secercah kejujuran jiwa Pengap Sesak rasa diri mengantung dusta Menipu dinding nurani, semua Mengeliat dalam gelap Menari diatas kegetiran Semakin sesak batin, rongga Aku ingin titik kejujuran Tak kuasa ungkap seribu makna Tertipu tertipu, dan Tipu semua jiwa Kutetap susuri lorong dusta Biarkan sesak terus memenuhi rongga Karna kata orang "Tidak jadi masalah apabila kita menipu untuk kebaikan" meski diri terus dihimpit sesak di dada teruskan menipu jiwa tanpa sadar tipu juga diri sendiri, segenap 10042000 winna' Wajah itu menatap Dalam perputaran waktu di ujung langit Dalam pekatnya malam dan ganasnya siang Aku, gadis kecil menatap pada langit-langit debu Aku, seorang bocah mengusap keringat entah keringat duka entah suka Aku hanya tersenyum sambil sesekali mengusap-usap rambutku yang penuhi debu dan asap jalanan Aku bernyanyi dalam derasnya asap motor Aku berharap cinta kan hampiriku bukan tatapan ngeri bukan tatapan takut Wajah itu menatap Sinis padaku Wajah itu menatap melirik, hanya Wajah itu menatap kasian padaku Wajah itu menatap beberapa uang receh dikeluarkannya Wajah itu menatap sambil diawasi semua sekitarnya, takut Wajah itu menatap biasa, sebatas menatap Wajah itu menatap o', ohhhh, bukan aku yang ditatapnya tapi..... seorang gadis cantik di bemo upssssss...... aku salah nih winna' buat adek-adekku di SMP [Sekolah Malam Pengamen]ALANG-ALANG Rindu Dekapanmu Bunda aku rindu Dekapanmu Belaian tangan-tangan keriputmu mengusap lembut rambutku yang hitam Bunda..... Aku rindu pelukan hangat cintamu hantarkan tidurku Bunda aku rindu..... Bunda putrimu rindu akan cerita-cerita dongeng Kau bacakan sembari aku terlelap tidur Bunda aku rindu nasehat-nasehatmu Buat Kumarah karna tak pernah hayati makna Bunda dekaplah aku..... Timanglah putrimu yang lusuh ini Bantu aku tuk berjalan Bunda.... Bimbinglah putrimu yang beranjak dewasa ini Bunda..... Biarkan kuceritakan semua luka Meski tak pernah ingin ku kau mendengarnya Bunda...... Ingin kuungkap semua asa yang ingin kugapai Ingin kubersabar menanti Ayah pulang Bunda..... Sungguh ingin aku membantumu tapi..... rasanya aku terlalu egois dengan waktu yang bukan milikku Bunda...... Seandainya....... Andai aku bisa hayati makna kasih sayangmu...... Seandainya...... Bunda ..... Seandainya aku bisa hayati makna kasih sayangmu Bunda ...... Sadar aku bahwa waktumu bukan hanya milikku tapi bunda...... Dekap hangat tubuhku saat ini Agar dingin yang aku rasakan tidak sampai menusuk tulangku Bunda...... Bunda hangatkan aku dengan cintamu Bunda I love U bunda for my mother Proletariat sedari dulu ditimang-timang dijuang-juang akhirnya cuma ditendang-tendang untuk lalu dibuang-buang
dua tahun lalu aku ke negrimu berkenalan di bus tua dengan seorang rupawan yang menggoda "kenapa engkau tidak bersamaku ke Ringga?" negrimu adalah jakartaku pada film-film hitam putih produksi doeloe (aku belum lahir) tapi keretamu meski renta beraga besar dan aku tidur di pangkuanmu di atasnya sosok-sosok akrab lama melintas cepat di jendela-jendela kereta lebar mungkin dengan kereta ini juga dulu kakek-nenekmu dibuang ke Siberia perceraian tanahmu dengan mimpi dan janji kejayaan proletariat buatku tercenung lama di atas bangku teater megah itu meski adegan tarian balet terakhir sudah lama usai dan para penonton lain cuma meninggalkan sebelah pantatnya di kursi-kursi empuk berundak "rumah yang kami tempati ini adalah pemberian gratis negara berpuluh-puluh tahun lalu saat itu kami tidak mesti membeli daging dan roti semua tinggal antri dan suamiku tidak mesti seperti kini berburu di lebat hutan menembak babi-babi liar dan kijang-kijang kurus meski kertas toilet adalah hadiah terbesar untuk hari natal dan tahun baru kami tidak mesti terlalu tergesa menjemput impian baru yang mungkin juga akan ditimang-timang dijuang-juang akhirnya cuma ditendang-tendang untuk lalu dibuang-buang" di pojok money changer itu menanti hujan berhenti aku berdiri di sekelilingku cuma ada anak-anak muda berjeans berkaos berjaket bertopi semua warnanya hitam menanti di sisi bekas gedung KGB sebuah band metal lokal dan aku sesal sendiri kenapa mesti terlupa payungku di bandara pagi tadi Kata Itu Tak sengaja aku temukan kata itu Di helai kertas terbang Menutupi mata, hidung, telinga dan bibirku Tulisannya buram oleh butir jatuh salju arahnya membingungkan seperti bentuk purba tapi aksaranya segar hijau muda Aku bawa pulang ke kamarku Tak sabar aku buka kamus dan leksikonku Tapi tiada kutemukan satu item untuk kata itu Aku cari di baris-baris kitabku Tapi tiada sepotong ayat menyinggung kata itu Di atas sajadah kecilku cuma ada tiang dan altar Cuma hadir sosok benda-benda tak bernyawa Di pinggir sisi-sisinya ada bentuk rekah bunga Tapi tidak ada putiknya Terdapat kubah menangkap kepalanya Tapi tidak ada aksara di atasnya Maka aku berlari menemui profesor-profesorku Mereka menggelengkan kepala Terheran tak tahu makna maksudnya Kata itu ada sebelum ada itu ada Kata itu tidak bertanah tidak bertuan Tidak berlangit tidak berbumi Tidak berair tidak berudara tidak berapi Tidak beruang tidak berwaktu tidak bertepi
Aku rengkuh dia bahkan bayangannya juga sirna Aku cumbu dia bahkan dzatnya juga tiada Di ujung malam di bawah selimut jaman Aku telusuri seluruh lekuk tubuhku Di tumpukan dakinya aku temukan arti kata itu Sebuah Kecelakaan Yang Terjadi Pagi Ini Mungkin Merupakan Awal Puisinya Menjelang awan di atas sahara Sebuah kota tua Rusa-rusaku berlarian Dari amuk serigala Pagi tadi seorang pejalan kaki Bertemu dengan janjinya Di bawah roda-roda truk gila Surat untuk kekasihnya Masih ada di gengaman jemarinya Arak awan bertambah dua Angin desember membawa Sebutir debu mengusik lamunan Di atas ranjang itu jua Wahai arak awan yang dua Lupakah engkau ikrar tersumpah Sebelum benih tertumpah Bahwa aku adalah mimpimu Bahwa aku adalah bayanganmu Kenapa engkau mengarak ke lain arah Dengan wajah masam di lidah kelu Dan jejak-jejak langkah di pasirku engkau biarkan telanjang Pada panas sebuah penantian Harap arak awan tiga menghadang Kamu Sebut Aku Linglung Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang kultur dan agama adalah dua entitas yang berbeda bahwa teks tidak mesti mengandung sejarah dan budaya yang sama dengan apa yang dimiliki sang pembaca dan tidak mesti terus dipaksakan untuk sama Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang terutama yang penting hati dan prilaku bukannya puasa, tur ke Arab Saudi, berbaris, sujud dan ruku dimana raga dan jiwa lentur tenang tanpa kecipak ombak tapi pikiran dan otak di peti mayat terbujur kaku tanpa gemeretak Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang dalam rumah wahyu aku denahkan sendiri pagarnya, portalnya, temboknya, jendelanya, kamar-kamarnya, garasi dan dapurnya, warna cat, perabotan, pintu-pintu dan kusen-kusennya bunga-bunga dan tanaman-tanaman di tamannya sendiri juga aku tanamkan dan siramkan unggukan tiga bukit kecil aku buat di bagian depannya di atasnya berpucuk tinggi melebihi tiang kabel listrik tiga pohon karet cokelat Thailand Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang aku hendak membangun pabrik-pabrik penghasil produk kebahagiaan dimana orang miskin damai dengan kemiskinannya dan orang kaya aman di atas kekayaannya dimana orang-orang lelaki beriman bercahaya wajahnya dalam impian memeluk bidadari-bidadari yang selalu kembali perawan di sorganya sementara orang-orang perempuannya berniatan memperjuangkan tuntutan feminisme nanti di sana dan orang kafir bebas melepas tawa dengan kendi-kendi arak di tangannya dengan panggang paha babi besar dan lenguhan mesum di atas ranjang-ranjangnya Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang setiap jaman memiliki anak-anak kandungnya bahwa mereka punya hak otonom dalam menentukan garis sejarahnya lepas dari belenggu bapak-ibunyanya, kakek-neneknyanya, bapak-ibu dari kakek-neneknya, bapak-ibu dari bapak-ibu kakek-neneknya dan seterusnya dari belenggu guru-gurunya, nabi-nabinya dan Tuhan-Tuhannya anak-anak jaman yang memilih sendiri nada tangis dan irama tawanya yang bahasanya adalah sinergi dari semua bahasa yang ada bukan semata bahasa purba dari gurun sahara Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang indonesia itu tidak ada dan pancasila cuma omong kosong bahwa yang ada cuma kekuasaan Jakarta yang mencengkram semua propinsi merampok hasil buminya berpikiran akan memberlakukan hukum purba di satu ujung paling atas pulau Sumatera hanya demi "kebuTuhan" bukan "keuTuhan", apalagi "keTuhanan" bahwa yang ada cuma prinsip-prinsip yang tidak lebih dari sekedar sebutan formalitas kenegaraan sebuah simbol yang semakin keriput garis-garis roman mukanya Kamu sebut aku linglung waktu aku bilang mereka yang berjubah putih dengan selewang pedang di bahunya dan berjenggot panjang itu belum tentu masuk sorga meski yang diteriakkannya kebesaran Tuhan sebab menurutku dasar tikamannya justru kekerdilan Tuhan mereka yang menghakimi siapa-siapa penghuni neraka padahal pintu-pintunya mungkin masih lama baru dibukakan dan urusan pengadilannya belum diperkarakan Kamu sebut aku linglung waktu aku bahasakan sembahyang sebagai bersetubuh doa sebagai persetubuhan orang yang munajat sebagai pengemis wajah Tuhan sebagai pucat wajah pasi ayat-ayatNya sebagai tanda-tanda manusiawi yang dalam dirinya dan proses turunnya mengenal dimensi waktu dan ruang dan karenanya kulit, mata dan rambut manusia tetap dalam anugerah perbedaan Kamu sebut aku linglung waktu di tengah malam bulan ramadhan sambil memeluk malam yang aku muliakan sendiri saat lampu kamar semua tetanggaku sudah mati sinarnya ditingkahi nyanyian dzikir butiran-butiran salju kecil aku tulis puisi linglung ini bersama pecak bandeng Nordsee kepedasan yang aku goreng di atas wajan halaman-halaman semiotikanya Umberto Eco dengan rempah-rempah mentah jahe, lada, sebiji bawang bombay, sembilan butir cabe rawit dan sesendok garam dan miwon yang digerus di atas lumpang papan kecil yang aku temukan di lembar-lembar Éloge d'une Soupçonnée- nya René Char Itu
racun jelaga pelacur bergelayut di ranting rembulan menantang adzab siksa dunia mendera seribu rakaat pada sipu mentari sejuta dzikir pada lelap kelam kehendak berkuasa kehendak bercinta tergolek terdakwa berkawan-kawan setan mendoa laknat kutukan kenapa masih bercumbu jua? Itu II
awak datang bersama arak-arak awan menerjang bukan awak berkata sembarang tak tertembus kata bukan hal jarang
mati pikiran tak kepalang padahal lautan membentang dan jala-jala sudah direntang tapi sang nelayan belum juga berkayuh sampan surup mentari bukanlah halangan bila sang kekasih sudah jadi tujuan
awak datang awak menjelang bila awak meradang ada luka menganga di tepi jurangTerpedaya berpikir makro bertindak mikro tertipu atau menipu beringsut kala gelap bermimpi jadi raja kala terlelap riuh gelak berbotol-botol wine terbahak-bahak kenapa mengelak padahal sudah terdesak? atau karena tersedak pikiran makro yang mau meledak tindakan mikro cuma langkah-langkah tak berjejak rusak rusak rusak
Birokrasi
pelayanan salaman uang setoran giro rekening sendiri arsip laporan fiktif dengan data-data tahun-tahun lalu mengutip prioritas departemen sesaat buta mata buta hati atau dibutakan atau memaksakan diri jadi buta aku ingin muntah!Burung Kecil Pada ranting pohon akasia yang lebat daunnya Seekor burung kecil hanya singgah sebentar Untuk kembali terbang tinggi sendiri Angin selatan sejak lama telah menghantam dadanya Membawa asma bukan turunan ujaan hati entah ada dimana Dan alam asik dengan kecantikan percuma O, burung kecil yang sudah ringkih sayapnya Ayahmu menitip salam Menantimu kembali Di sarang-sarang sepi Di ujung pohon-pohon kecapi Dia bertanya apakah salju itu masih putih warnanya Apakah engkau menemukan Tuhan baru di sana Jangan lupakan negrimu Tanah air burung-burung kecil Berangin batuk berbencana suntuk Tapi ia negrimu Tempat kelahiran Tuhan-Tuhanmu pertama Pada ranting pohon akasia yang lebat daunnya Burung kecil itu masih sempat menulis surat untuk ayahnya Mengembalikan salam lewat angin utara Yang tidak berasma Namun membawa nafas baru kematian "Ayahku, 'nanda mungkin tak akan kembali Ke sarang-sarang sepi lama Meski kedua sayapku telah letih sendiri Aku akan tetap terbang Menjemput kematian baruku Dibalut angin utara Telah aku siapkan kain kafanku baru Cukup arah dulu itu sebagai liang lahatku". Kembali Tak Kembali (Untuk Orang-Orang Terkasihku)
Memacari musim-musim Meremah mentari Menjamah rembulan Lalu membuang keduanya Di tapak-tapak kaki lalu
Menyusuri belantara asa Hanya temukan semak-semak utopia-utopia Kembali atau tidak kembali Tetap berangkat pergi melangkah sendiri
Andaipun akan kembali Tak akan ada lagi satu gulung ombak datang menghempas Jemput kerang-kerang mimpi di bibir pantaiku Tak akan ada lagi satu sejuk angin semilir berhembus Terpa sepotong hati patah di serpihan kering dedaunanku Kar'na langitku tak lagi biru berangkasa Kar'na isak tangisku tak lagi bersisa bulir-bulir air mata
Andaipun tak akan kembali Aku mohon Jangan ratapi langkah-langkahku Jangan sesali keputusan-keputusanku Biar hari-hari indah itu Aku simpan di relung-relung hati Biar ufuk lamun dan mimpi itu Akan aku bawa mati Narasi Pendek Sebuah Restoran Tua
Sepasang kekasih itu aku kenal langkahnya Sebelum pintu terkuakkan Sebelum syal dan jaket digantungkan Sebab perang sudah lama usai Dan belulang tentara muda sejak dulu jadi tanah tersia
Sepasang kekasih itu setia, masih saja Dengan bibir saling bertautan, lama Di luar aku dengar sirene pemadam kebakaran dibunyikan Membawa ingatanku Waktu bom-bom sekutu meluluh-lantakkan rambut atap-atapku Bahu-bahu ruangku Dan di sisi tiangku menjerit seorang perempuan muda Meratapi sebelah payudaranya yang berlobang
Sepasang kekasih itu berciuman, masih saja Dan di atas cerminku tersisa noda darah kering tersembunyi Dari perkelahian sepuluh tahun lalu Waktu seorang pria pemabuk menampar pacarnya Yang lupa masih mengenakan celana dalamnya
Botol-botol wineku, martiniku, tequillaku dan whiskeyku Setiap malam berjejer rapi, masih saja Seperti pasukan-pasukan tak pernah berhenti latihan berbaris Mesti hanya untuk menemui kekalahan Di gerbang perbatasan yang pasti akan jatuh sebentar lagi
Bisik sebuah suara pelan Terdengar di telinga dindingku Kalimat yang sama, seperti berpuluh-puluh tahun lalu, masih saja "Aku sayang kamu" Tak sengaja mata pintuku melirik Lelaki itu kehilangan tiga jemarinya Di balik rok pendek hitam Dan perempuan itu memejamkan kedua matanya Terbisa
gemeretak paku-paku tua menghujam di perahuku adalah suara sesal jauh darimu tubuh kuyup berbalur rindu sebutir pasir membayang dalam lamunan mengaca senyummu dalam pelukan dan igauan yang meronta di hadapan cermin rona sang pagi mendayung sepi menuju haribaanmu pelabuhanku Diam Adalah Gerak
rasa berbagi sudah lama aku tahu bahkan sebelum kau terdiam sebelum aku sentuh hatimu sebelum kau jamah dadaku tetapi aku baru yakin saat kau mengerang dalam diammu terus saja aku telusuri erang diammu dalam kediaman gerakku Elegi Untuk Soe Hok Gie
Pengemis itu, Gie masih saja berdiri di depan istana sang raja di kantungnya kumal masih tersimpan koinmu terakhir
Gunung itu, Gie masih saja menantang untuk dipanjatkan di puncaknya menanti tarikan nafasmu terakhir
Dalam ketiadaanmu Kabarkan aku buah keraguanmu kabarkan aku adakah Tuhan cuma hayalan adakah agama sekedar pilihan terakhir dipaksakan
Di sini aku tertimbun jejak-jejakmu utara yang acuh manusia disebut korban kebahagiaan yang hilang lalu berlari sendiri ke selatan memacari Tuhan-Tuhannya yang diciptakan
Elegi Untuk Diriku Sendiri
Kala engkau memilih terbang bersama angin Aku tahu engkau lebih suka jadi debu Kala engkau memilih jadi bukan siapa-siapa Aku tahu engkau lebih cinta jadi pasir di sunyi sahara Engkau bentuk istana mimpimu dengan pagar dari kata-kata dengan atap dari bunga karang yang kau pungut dari dalam lautan Dalam sendiri kamarmu adalah kuburanmu Penyair Yang Pergi Semalam aku lihat seorang penyair meratapi sajak-sajaknya dan pergi bersama buntalan dupa berisikan kembang-kembang kering dari musin semi yang garang Tiada airmata di kedua matanya yang sudah lama habis di tahun-tahun senja Untuk Juru Mudi Sebuah Kapal Dari Utara Di geladak itu engkau melambai Teriak namaku akrab Tapi aku tidak mengenalmu Dan engkau lemparkan sebuah sapu tangan Sebagai tangga mengejar Memilin bayangan Engkau berteriak: Cinta adalah persamaan Cinta adalah persaudaraan Di tangan-tangan rakyatlah bersimpuh kekuasaan Tapi aku lihat permadanimu Ada banyak bercak darah tertumpah Tersia Mengering menyeringai seperti hantu Pulauku lebih indah dari segala janjimu, sungguh Winter aku temani saljumu pertama dan aku hanya masuk lewat jendela terbuka di atas rerumputan bukan lewat pintu bukan lewat hati dinginmu adalah kegilaan dekat di antara kedua pahaku dan lamunanku di negriku engkau jelaga di sungaiku engkau bertahta dalam singgasana curian aku tinggalkan engkau sementara musim dingin belum berakhir sementara anak-anak burung gereja belum terbentuk sayapnya dan engkau lirih di bumi sedih jangan pernah bertanya kenapa engkau jadi korban musim dingin di tahun yang keras kenapa engkau jadi korban di atas reruntuhan janji pasti di atas tanah-tanah tandus engkau ingin musim dingin ini tiada berakhir engkau ingin saljuku tetap putih biar terus panjang lamunanmu biar mimpi tiada berakhir Elegi Untuk Ahmad Wahib
andai kau tak menyeberang jalan di hari naas itu, kubalur engkau dengan debu kesangsianmu ucap Tuhan, kenabian, dan keraguan atas segala kulit tubuh tipismu masih tersisa di jalan-jalan kota jemarimu aku lihat di roda-roda musafirku bergerak gairah tuliskan tanya jaman-jaman bunting bersama benih-benih kekuasaan yang merayap ke rongga paru-paru perhimpunanmu sebagai lelap awan tertinggal sebagai gumam petir tanpa cahaya dan engkau memilih jadi bintang bersinar sendiri
andai kau tak menyeberang jalan di hari naas itu, ku undang engkau ke ufuk lamun mimpiku, duduk di sisi meja hidangan makan malamku, dan kuperkenalkan engkau dengan kaki yang menjadi roda biar tambah sangsimu biar tambah yakinmu Pernah Terjadi Her, aku pernah percaya hidup ini punya arti aku gauli cita, aku bercanda dengan mimpi aku tabur benih-benih harap satu saat kapalku merapat di pulau impian Namun bahkan mimpiku dirajah bukan hanya hati dan limpa dibawa jauh tinggi, tinggi, tinggi untuk lalu dilempar-lepaskan Her, aku pernah percaya pahala menebus dosa di malam-malam kerontang di salju-salju putih di puri-puri renta di lembah-lembah mencinta Tetapi tidak, jiwaku karam Tetapi tidak, cuma kosong membentang arah kiblatku tidak lagi lempang terseok terseret anggur dan kejatuhan di ombak-ombak membuih di jurang-jurang kandas memeluk puing-puing takdir tersedan di atas ranjang lama Her, aku pernah pernah percaya pada kata-kata di sana akhir pencaharian pada ucap-ucap batin di sana ujung penantian Tetapi tidak, dedaunan akasiapun meruntuh di tengah musim semi Tetapi tidak, serigala menerkam luka setiap kali Di ambang lelap mentari aku lihat jejak-jejak pedih meratapi mimpi-mimpi rana
|
| | |
 | x10303 15/03/2007:
LOVE WHATS DO YOU HAVE TO SAY ABOUT LOVE ? WIIL IF LOVE NO LOOKING WHATS DO YOU KNOW? BE VISIBLE OR IMPOSSIBLE WITH WRITE LOVE WHATS DO YOU KNOW LOVE? WHATS DO YOU KNOW LOVE FLY? Cinta adalah anugrah ilahi yang patut syukuri....... cinta adalah membuat semangat hidup lbih menyenang kan and gairah hidup lbih segar and sejuk dihati cinta itu seperti bunga........ yang selalu di sirami air........ cinta tak ada pembuktian dengan kita cintai sama saja cinta semu. cinta ada pembuktian sama hal nya seperti madu yang selalu nyaman dan hangat.... kapan saja kita butuhkan cinta akan menyelimut darii sepanas nya rotasi sunrasakan kebahagiaan yang seutuhnSaat Pernahkah kamu merasakan.... Bahwa kamu mencintai seseorang.... Meski kamu tahu ia tak sendiri lagi.... Dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas.... Tapi kamu tetap mencintainya....
Pernahkah kamu merasakan.... Bahwa kamu sangguh melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai.... Meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti tapi ia tetap pergi....
Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta.... Tersenyum kala terluka.... Menangis kala bahagia.... Bersedih kala bersama.... Tertawa kala berpisah.... Aku pernah....
Aku pernah tersenyum meski kuterluka.... Karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku.... Aku pernah menangis kala bahagia.... Karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja....
Aku pernah bersedih kala bersamanya.... Karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti.... Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya.... Karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki.... Dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku....
Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang Cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.
Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan Akhirnya pasangan hidupnya....
Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia....
Buat temanku yg sedang terluka karena cinta.... Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar.... Satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit.... Tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya.... Bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu....
Buat temanku yang tidak percaya akan cinta.... Buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan.... Yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia....
Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah.... Karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab.... Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu....
Buat temanku yang mempermainkan cinta.... Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan.... Cinta bukan suatu kehampaan.... Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta.... Saat kau MENYUKAI seseorang,kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri. *Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri. *Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
*Saat kau MENYUKAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,Bolehkah aku menciummu? *Saat kau MENYAYANGI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan bertanya,Bolehkah aku memelukmu? *Saat kau MENCINTAI seseorang dan berada di sisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya Bila telapak tanganmu berkeringat, Hatimu dag dig dug, Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan, Itu bukan cinta, tetapi SUKA.
Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, Itu bukan cinta tetapi BERAHI.
Bila kamu menginginkannya karena tahu Ia akan selalu berada di sampingmu, Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.
Bila kamu menerima pernyataan cintanya Karena kamu tak mau menyakiti hatinya, Itu bukan cinta tetapi KASIHAN.
Bila kamu bersedia memberikan semua Yang kamu sukai demi dia, Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.
Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya Kepada semua orang, Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN.
Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah Satu-satunya hal yang kamu pikirkan, Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.
Ketika Kamu MENCINTAINYA, Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA, Karena itu adalah BAGIAN DARI KEPRIBADIANNYA.
Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU, KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU
Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH, dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA
Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA Biarpun ia cukup tegar menghadapinya
Ketika kamu tertarik kepada orang lain Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.
CINTA adalah PENGORBANAN MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI. CINTA adalah KEMATIAN ATAS EGOISME dan EGOSENTRISME. Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar... Untuk sebuah CINTA Semua diatas adalah kata perumpamaan, tapi Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia..... Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung dengannya dan jatuh dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan dengan CINTA.
Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan, seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan.
CINTA yang sebenarnya adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya, bahkan walaupun IA telah menyakitimu sedemikian rupa. Adalah ketika dia tidak memperdulikan kamu dan kamu masih menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum dan berkata " Aku turut berbahagia untukmu."
Apabila cinta tidak bertemu disatu kaitan kasih, bebaskanlah dirimu. Biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi, dan kamu mungkin menyadari bahwa kamu dapat menemukan cinta dan kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersama CINTA itu.
Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka yang tetap mampu bangkit disaat mereka jatuh terperosok.
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita akan belajar lebih banyak tentang diri sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Cinta kita akan tetap dihatinya, sebagai penghargaan abadi atas pilihan hidup yang telah kita buat.
Teman sejati.. selalu mengerti ketika kita berkata " Aku lupa..." Menunggu selamanya ketika kamu berkata " tunggu sebentar ".. tetap tinggal ketika kamu berkata " tinggalkan aku sendiri"..
Mencintai bukanlah bagaimana kamu melupakannya, melainkan bila ia berbuat kesalahan dan bagaimana caramu memaafkannya. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan. Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan.
Lebih menyakitkan menangis didalam hati daripada menangis tersedu-sedu.. Airmata keluar dapat dihapus, tetapi lain halnya dengan air mata yang tersembunyi menggoreskan luka hati yang tidak akan pernah hilang.
Ketika cinta itu tulus, meskipun kau acuhkan CINTA tetap mulia dan kamu seharusnya berbahagia hatimu dapat mencintai seseorang yang kamu cintai.
Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita kurang menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia bila kita lepaskan.
Kadang kala orang yang mencintai kita adalah orang yang tidak pernah menyatakan cintanya namun tetap memperhatikan diam-diam. Karena ia takut kamu berpaling dan memberi jarak dan bila suatu saat nanti, kau akan menyadari ia adalah cinta sejati yang tidak kamu sadari... Bersama dirimu tak terasa sang waktu mengingatkan sesuatu hal untuk memohon suatu permintaan dari lubuk hati yang terdalam yang jarang tersentuh sanubari di luar batas kewajaran suatu perasaan di ambang terdalam sang waktu kehidupan terdapat sebuah kotak rahasia yang berisikan syarat kata bermakna berukir tinta emas berlian berlambang suatu permintaan untuk yang terakhir kalinya meminta kau setia untuk yang terakhir kalinya.
Sebuah permintaan yang mungkin terucap sekali seumur bagi kehidupan ini, kata yang bertoreh ukir sebuah tanggung jawab terikat nyata bagi seorang sejatinya.
Ku coba angkat sebuah kata-kata dengan berjuta mutiara sapa gelisah nan hanyut membakar sanubari namun terjadi untuk sebuah kata terakhir bagi hatimu, kata-kata yang terucapkan oleh makna membutuhkan kehadiran mu mengisi hati merah di dalam dada yang sejak sekian lama sudah tertunda.
Kata-kata sayup permata yang terucap di bibir ini hanya sebuah kata polos permintaan kepadamu setia sekali untuk selamanya : “sayangku’ pada detik ini kau masih setia bersamaku, aku begitu terharu atas kesetiaanmu sungguh mulia pilihan hatimu, tentang rasa setia aku percaya seutuhnya ke padamu, tetapi ada hal yang ingin kusampaikan mungkin ini ujian terberat bagi kesetiaanmu yang terakhir kalinya..
“sayangku, dihadapanmu adalah kekasih hatimu, yang senantiasa bersusah senang menikmati sebagian hidup bersamamu, ku ingin kau dengarkan kata hati kecilmu menerima yang sejujurnya bila terucap kata dari lisan sederhana ini, kuatkan hatimu, bersabarlah sejenak, nikmati waktumu yang hanya sedetik ini, karena kata-kata ini hanya sekali ku ucapkan yang mungkin tak bisa ku ulang kembali”……
“Sayang’ dengarkan dan jujurkan hatimu’ untuk sebagian hidup yang belum tersentuh, maukah kau menikah denganku’ dengan segala kesederhanaan yang ku miliki yang mungkin hanya rasa tanggung jawab yang mampu ku berikan memang bukan harta atau tahta maupun kasta ataupun semesta, aku hanya butuh dirimu untuk setia bersamaku untuk terakhir kalinya, bersediakah sayang’ kau menerima seadanya diriku, melebihi cintanya seorang kekasih, apakah hatimu merasakan sentuhan lebih mendalam atas permintaan hatiku ini.
Jawabmu kutunggu di ujung dermaga cinta, ataukah kau jawab pada detik ini juga bersaksikan di hadapan sang putri mentari dan para pangeran angin dan para rakyat pepohonan jelata, para ribuan burung yang berkicau indah yang mengiringi langkah kita, dan jutaan semut merah yang berbaris di pinggir jendela yang bersabar menunggu setia jawabmu. Mungkin bersaksi di depan sekuntum mawar merah delima yang merekah meneteskan aroma wangi berjuta harum indah semerbak mewangi di hadapan kita berdua,… Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...
Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung- huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi... aku hanya manusia biasa.. sama hal nya dengan manusia kebanyakan di bumi ini.. aku hanya seseorang yang mempunyai banyak kekurangan.. aku bukan manusia sempurna dan tidak akan pernah menjadi manusia yang sempurna.. namun aku selalu ingin berusaha menjadi manusia yang terbaik dalam hidupku.. aku manusia biasa yang terlalu bodoh.. manusia bodoh yang mengulang kesalahan yang pernah kulakukan.. manusia yang baru mengetahui begitu berat nya menjalani hidup.. sekarang..esok..dan sampai kapan pun.. aku hanya akan menjadi manusia yang sama.. manusia yang lelah menjalani hidup ini.. hidup yang penuh dengan masalah yang begitu banyak melanda hari2ku.. namun aku harus tetap bersyukur padaNya..karna memberikan hidup yang beragam padaku..karena hanya kepada Nya lah aku bergantung saat ini.. aku pasrahkan hidupku ini padaNya.. aku menyerahkan segalanya pada Nya yang maha kuasa.. sekarang.. hanya ada aku yang bingung.. tak tau lagi harus bagaimana menjalani hari esok.. dan aku tak tau kapan semua itu akan berakhir.. namun aku berharap sebelum hidupku berakhir aku pernah berhasil menjadi manusia yang terbaik.. untuk hidupku.. untuk orang yang kusayangi.. untuk orang yang menyayangiku.. untuk orang yang membutuhkanku.. aku masih bertahan disini hanya karna mereka yang menyayangiku.. ya,, hanya karna mereka,, Puisi ini hanyalah sebatas kata-kata Namun dia memiliki kekuatan, keberanian dan ketulusan Mampu membawa kita Di kedalam lautan hati Mengantarkan cahaya dari kegelapan Bagi jiwa yang haus dan dahaga air kehidupan
Dia membawa kita kepada kedamaian taman firdaus Diajarnya menelusuri aliran air sungai yang tenang Memekarkan mawar dan menebar harumnya menyengat sang pagi Lantunan lagu-lagu dedaunan dan janji kumbang-kumbang
Embunnya menyejukkan dahaga Bahkan memabukkan untuk setiap cawannya Menyuburkan tanah yang kering dan tandus dari kemarau hati Mampu menggantikan jutaan titik hujan yang dilupakan saat kemarau
Kerinduan kita semakin menggebu Disentuhnya hati kita dengan jari jemari lemah lembutnya Suara kehidupan seiring dengan lantunannya Berjalan kebahagiaan dan kesedihan Diantara imajinasi sang penyair
Kitapun terbuai dan tertidur lelap Sehingga melupakan kepedihan hari ini hanyalah mimpi dari sebuah realita yang akan mengantarkan mentari menyinari kegelapan hati kita
this is my phone number 081584590024 atau 08881709108.....andy....kalau imgin curhat bisa sama gue kok....thanks??? |
| | |
 | Egha 21/02/2007:
Mba,,,,,
soMmBongsEkaLee diKAw sAma daKUh..
BaskeT Lagi dUnx mBA....
sEru kaN, LoncaT"an + bQin GoSong KULIT...
dUUUUUUhhhh...
.egHa radcLiFFe.
baLezzz
|
| | |
 | Bironk 19/02/2007:
_______@@@@@@@@__________@@@@ ________@@@________@@_____@@@@@@@ ________@@___________@@__@@@_______@@ ________@@____________@@@@___________@@ __________@@____________________________@@ ____@@@@@@______@@@@@___________@@ __@@@@@@@@__@@@@@@@_________@@ __@@____________@@@@@@@@_______@@ _@@____________@@@@@@@@______@@ _@@____________@@@@@@@@____@@@ _@@@___________@@@@@@@______@@ __@@@@__________@@@@@_________@@ ____@@@@@@_______________________@@ _________@@__________________________@@ ________@@___________@@_____________@@ ________@@@________@@@@@@@@@@@ _________@@@_____@@@_@@@@@@@@ __________@@@@@@@@___@@@@@ ___________@@@@@_@ ____________________@ _____________________@ ______________________@ _______________________@ _________________@_____@____@@@ _______________@@@@__@__@____@@ _____________@_______@@@@___@@ ______________@@@@____@__@@ _______________________@@ tHaNx da aPpRoVe,, kU qRiMkaN seTaNgkaI bUnga,, kUw hRaP kaW m'JaganYa aGar BunGa TuMbUH sEcaNTiK eNgKau,, dan sBgaI taNda p'saHaBatan qTa,, kEeP cUnT,, |
| | |
 | Krisna 19/02/2007:
?Hey mia cute makacih yach udh d sautin jawaban gw ?_?
eh ngomong2 lo cute juga hiks136x... :) n juga manis gy hiks136x... :)
:) |
| | |
 | Spongebobloversxxxbasspamulangxxxsquarepantscommunity 13/02/2007:
| | |
 | Twentyfourshourzjacques 08/11/2006:
| |
 |
 |
|
|
 |
|
 |
|
|